Ditolak Mahasiswa, Gubernur Papua Tetap Lakukan Pendekatan

Kompas.com - 13/09/2019, 14:48 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe

 JAYAPURA, KOMPAS.com - Gubernur Papua Lukas Enembe mengalami penolakan dari para mahasiswa yang sebelumnya berkuliah di luar Papua dan kini sudah berada di Jayapura.

Pada Jumat (13/9/2019) siang, dilakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan, di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, untuk membicarakan masalah kepulangan banyak mahasiswa Papua.

Namun, para mahasiswa tersebut menolak undangan tersebut.

Baca juga: Mahasiswa Tolak Undangan Pertemuan Gubernur Papua

Merespon hal tersebut Gubernur Papua, Lukas Enembe memastikan Pemprov Papua tetap akan berusaha menemui para mahasiswa yang kini sudah berada di Jayapura meski ia sudah beberapa kali menerima penolakan.

Namun, ia meminta para kepala daerah di tingkat kabupaten/kota untuk aktif menemui para mahasiswa yang berasal dari kabupaten/kota bersangkutan.

"Memang sebagian besar (mahasiswa) adalah biaya dari orangtua, yang biaya orangtua ini agak susah untuk kita komunikasi. Kita harap, bupati-bupati meng-handle semua anak-anak mereka," kata Lukas.

Ia menegaskan, untuk mencari solusi dari masalah tersebut, pemerintah harus lebih dulu mendengarkan apa yang dialami para mahasiswa tersebut selama berada di kota studinya dan apa yang membuat mereka memilih kembali ke Papua.

"Tidak bisa kita memaksakan mereka pulang (kembali ke tempat studi), kenapa mereka pulang itu harus kita tahu dulu," ujar Lukas.

Penolakan atas undangan pertemuan tersebut dilaporkan oleh Benyamin Gurik, Pengurus Komite Nasional pemuda Indonesia (KNPI) KNPI Papua yang mengaku sudah berkomunikasi dengan para mahasiswa tersebut.

Ia menyatakan, para mahasiswa belum bersedia ditemui.

"Tadi pagi kami bermaksud menjemput mereka dengan bus dari Universitas Cenderawasih. Setelah kami kumpul, ketua-ketua mahasiswa yang dari luar datang terus mengembalikan surat undangan yang telah disampaikan, tapi dengan permohonan maaf," ujarnya.

Baca juga: Ombudsman: Keresahan Masyarakat di Papua Dipicu Pemblokiran Internet

Untuk menyebar undangan ke para mahasiswa tersebut, Pemerintah Provinsi Papua mempercayakan KNPI untuk menyampaikannya.

Hingga kini, dilaporkan sudah sekitar 1.200 mahasiswa asal Papua yang telah kembali ke Jayapura.

Sebagian besar dari mereka masih berada di Jayapura dan sebagian lagi pulang ke daerahnya masing-masing.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X