300 Mahasiswa Papua Pulang Kampung, Ini Komentar Rektor Uncen

Kompas.com - 09/09/2019, 17:37 WIB
Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Apolo Safanpo usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Rudolph A. Rodja, di Mapolda Papua, Kota Jayapura, Senin (9/09/2019) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIRektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Apolo Safanpo usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Rudolph A. Rodja, di Mapolda Papua, Kota Jayapura, Senin (9/09/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa asal Papua yang kuliah di sejumlah universitas di Indonesia pulang kampung dengan biaya sendiri.

Gubernur Papua Lukas Enembe sempat menyerukan bila para mahasiswa tersebut merasa tidak aman berkuliah di luar Papua, maka ia akan memfasilitasi mereka untuk meneruskan studi di kampus yang ada di Tanah Papua.

Baca juga: Wiranto Sebut Mahasiswa Papua dan Papua Barat Pulang akibat Kabar Burung

Namun, Rektor Universitas Cendrawasih ( Uncen) Apolo Safanpo memandang hal tersebut tidak mudah dilakukan karena berbagai alasan.

"Berkaitan dengan isu pemulangan mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua, ini mungkin perlu kita pertimbangkan kembali karena apabila alasannya adalah karena mereka tidak aman di sana, maka sebaiknya kita berkoordinasi dengan Polda, agar Bapak Kapolda kita berkoordinasi dengan Polda-Polda di tempat mereka berkuliah untuk memberikan jaminan keamanan," tuturnya di Jayapura, Senin (9/9/2019).

Apabila mereka terpaksa pulang, sambungnya, maka harus dipastikan di mana mereka akan melanjutkan kuliah.

Apolo menjelaskan, para mahasiswa yang sudah kembali di Papua dipastikan telah meninggalkan proses pendidikan secara periodik.

Bila satu semester mereka tidak kulaih, maka kampus di mana mereka dididik itu akan memberikan peringatan. Kalau mereka dua semeter tidak kuliah di sana, maka mereka akan dikeluarkan.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, tidak mudah memindahkan ratusan mahasiswa ke kampus-kampus yang ada di Papua karena ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

"Di sini belum tentu juga mereka bisa diterima. Pertama karena daya tampung perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Tanah Papua itu sangat terbatas. Hal ini bisa dibuktikan di Uncen pada 2019 ada 12.800 calon mahasiswa yang melamar dan mengikuti tes dan seleksi, yang bisa kita tampung itu hanya 6.000 saja, walau daya tampung kami hanya 4.000," tuturnya.

Baca juga: 300 Mahasiswa Papua Pulang Kampung, Ini yang Akan Dilakukan Gubernur

Alasan lain, terang Apolo, belum tentu jurusan atau program studi dari kampus asal mereka di luar Papua itu sama atau tersedia di kampus-kampus yang ada di Papua.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X