Teken Deklarasi Damai Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Ini Penegasan Gubernur Papua

Kompas.com - 05/09/2019, 21:48 WIB
Pembacaan Deklarasi papua Damai yang dilakukan oleh ketua MRP Timotius Murib (Kiri), di Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/09/2019) KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIPembacaan Deklarasi papua Damai yang dilakukan oleh ketua MRP Timotius Murib (Kiri), di Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/09/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Di depan Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Papua, 34 komponen masyarakat bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua DPR Papua menandatangani kesepakatan deklarasi damai pascakerusuhan di Kota Jayapura, pada 28 Agustus 2019.

Kegiatan yang diinisiasi oleh TNi dan Polri tersebut, berlangsung di Swsiss-Bel Hotel Jayapura, pada Kamis (5/09/2019) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan bila sejak saat ini sudah tidak ada lagi istilah paguyuban nusantar, dan yang ada adalah warga nusantara.

"Saya berjanji kepada saudara-saudara ku, saya memberikan jaminan kepada siapapun yang hidup di tanah ini, Anda mempunyai hak yang sama, ujarnya.

Baca juga: Kasus Rasisme Ditangani Pemerintah, Gubernur Papua Imbau Warga Tak Lagi Demo

Ditegaskannya bila jangan lagi antarkelompok di Papua merendahkan kelompok lainnya karena semua adalah sama.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bila keamanan sangat penting bagi suatu daerah, bahkan negara untuk bisa menjalankan pembangunan.

"Modal terpenting bagi semua komunitas untuk membangun bukanlah sumber daya alam, sumber daya manusia iya, tapi stabilitas keamanan adalah yang terpenting," tutur Tito.

Karenanya ia meminta semua pihak bisa berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan Papua agar roda pembangunan bisa dijalankan kembali.

Baca juga: Gubernur Papua Curiga Kelompok Separatis Dalangi Kerusuhan Jayapura

Bukan semata kegiatan formal

Sedangkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bila deklarasi yang telah dilakukan oleh 34 komponen masyarakat jangan hanya menjadi sebuah kegiatan formal belaka, melainkan harus diimplementasikan oleh semua pihak.

"Perbedaan satu sama lain adalah untuk saling melengkapi menjadi satu kekuatan," katanya.

Kegiatan " Deklarasi Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai" tersebut juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Ketua MRP, Ketua DPR, Walikota Jayapura, Bupati Merauke, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Baca tentang


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X