Ribut-ribut soal Kandang PSM Makassar Stadion Mattoanging, Ini Penjelasan Nurdin Abdullah

Kompas.com - 05/09/2019, 19:18 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat mendatangi asrama mahasiswa asal Papua di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar, Senin (19/8/2019) malam. KOMPAS.COM/HIMAWANGubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat mendatangi asrama mahasiswa asal Papua di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar, Senin (19/8/2019) malam.

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan bahwa PT Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) tidak lagi memiliki hak pengelolaan Stadion Mattoanging (Andi Mattalatta) yang kini menjadi kandang klub sepakbola PSM Makassar

Nurdin menjelaskan bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah mencabut izin pengelolaan YOSS. Hal ini yang menjadi alasan pemprov Sulsel mengambil kembali aset daerah tersebut. 

Namun Nurdin mempersilakan bila pihak YOSS ingin membawa hal ini ke ranah hukum. 

"Ya nggak apa-apa. Jadi saya mau sampaikan begini, sejarahnya YOSS itu dulu. KONI memberikan izin untuk pemanfaatan/pengelolaan. KONI itu sudah mencabut izin itu. Jadi KONI tinggal menyerahkan ke Pemprov sebagai aset Pemprov," ucap Nurdin, Kamis (5/9/201).

Baca juga: 37 Tahun Dikelola Swasta, Stadion Mattoanging Resmi Dikembalikan ke Pemprov Sulsel

Nurdin pun mengatakan bahwa keberhasilan Stadion Andi Mattalatta diserahkan ke Pemprov Sulsel tak perlu lagi dipersoalkan. Mantan bupati Bantaeng ini mengaku ingin mengambil alih pengelolaan Stadion Mattoanging agar stadion ini bisa direnovasi sesuai standar internasional. 

"Supaya Pemprov bisa mengelola, cepat merenovasi, supaya rakyat bisa menggunakan. Kita kan malu, pertandingan terus disitu tapi kondisi stadion kita seperti itu. Makanya izinkan kami untuk merehab," lanjutnya. 

Keinginan Nurdin Abdullah agar Stadion Mattoanging kembali ke tangan pemprov Sulsel didasari dari pernyataan Wakil Ketua KPK RI, Laode Syarief di Kantor Kemendagri, Selasa, (27/8/2019) lalu yang menegaskan, aset tersebut milik Pemprov yang nilainya mencapai Rp 2,5 triliun.

Agar tidak terjadi kerugian negara, menurut Nurdin, pihaknya harus segera mengambil alih pengelolaan Stadion Mattoanging setelah 37 tahun dikelola YOSS. 

"Sejarahnya Mattoanging inikan Kejaksaan sudah pelajari. Cuma satu hal, jangan sampai ada pidana. Kalau ada pidana itu sudah masuk ke jalur hukum," pungkas dia. 

Baca juga: Hasil Hak Angket DPRD Sulsel: KPK dan Kejaksaan Diminta Tindak Lanjuti Pidana di Pemerintahan Nurdin Abdullah

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi mengambil alih pengelolaan Stadion Mattoanging (Andi Mattalatta) yang juga merupakan kandang klub PSM Makassar

Kepastian ini diperoleh usai Kejaksaan Tinggi Sulsel melalukan pendekatan kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) yang selama ini menjadi pengelola stadion yang diketahui merupakan aset milik pemprov Sulsel tersebut. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X