Hasil Hak Angket DPRD Sulsel: KPK dan Kejaksaan Diminta Tindak Lanjuti Pidana di Pemerintahan Nurdin Abdullah

Kompas.com - 16/08/2019, 14:18 WIB
Ketua Pansus Hak Angket Gubernur Sulawesi Selatan, Kadir Halid, saat diwawancara di Gedung DPRD Sulsel, Jumat (16/8/2019) dini hari. KOMPAS.COM/HIMAWANKetua Pansus Hak Angket Gubernur Sulawesi Selatan, Kadir Halid, saat diwawancara di Gedung DPRD Sulsel, Jumat (16/8/2019) dini hari.

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Panitia Khusus (Pansus) hak angket untuk Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melahirkan tujuh kesimpulan yang akan dibacakan di rapat paripurna DPRD Sulawesi Selatan, Jumat (16/8/2019) siang.

Kesimpulan ini lahir usai pansus yang terdiri dari 20 anggota DPRD Sulsel mengadakan rapat finalisasi hingga dini hari tadi. 

Ketua pansus hak angket Kadir Halid masih enggan membeberkan seluruh kesimpulan yang dilahirkan dari pemeriksaan saksi-saksi tersebut.

Baca juga: Pansus Hak Angket DPRD Sulsel Sambangi KPK 

Namun, menurutnya, salah satu kesimpulan tersebut mengusulkan kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran undang-undang di tubuh pemerintahan Nurdin Abdullah.

"Mengusulkan kepada aparat penegak hukum, KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk ditindaklanjuti terkait dengan unsur pidana," kata Kadir, saat diwawancara di Gedung DPRD Sulsel, Jumat.

Namun, tidak semua fraksi di DPRD Sulsel yang setuju dengan tujuh kesimpulan yang dilahirkan dalam finalisasi rapat hak angket pansus yang digelar Kamis malam kemarin. 

Kadir mengatakan, dua fraksi dari PDI-P dan PKS menolak 7 kesimpulan tersebut.

Dua fraksi ini memiliki kesimpulan lain yang telah disetorkan kepada pimpinan pansus melalui Alimuddin dan Ariady Arsal. 

"Ada dia yang tidak setuju. PKS dan PDI-P. Mereka membuat sendiri kesimpulan yang sudah diserahkan ke saya," lanjut politisi Partai Golkar ini.

Baca juga: Pansus Hak Angket DPRD Sulsel: Indikasi Pemakzulan Gubernur Nurdin Abdullah Menguat 

Sementara itu, salah satu anggota pansus angket dari PDI-P Alimuddin dan PKS Ariady Arsal mengatakan, alasan menolak tujuh kesimpulan yang dilahirkan pansus hak angket karena pansus dinilai melampaui kewenangannya. 

Menurutnya, pansus tidak seharusnya menyimpulkan bahwa pemerintahan di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Nurdin Abdullah memiliki pelanggaran pidana.

Ia mengatakan, bahwa hal seperti itu adalah tugas kepolisian bukan pansus hak angket. 

"Ini sudah melampaui kewenangan panitia angket. Jadi, ini tidak sesuai tata tertib DPRD," kata Ariady Arsal. 

"Kalau ada tindakan pidana itu lapor di penegak hukum (bukan menyimpulkan)," pungkas dia. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Regional
Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Regional
Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Regional
Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X