Jual Detonator Peledak kepada Warga, Seorang Nelayan Ditangkap Polisi

Kompas.com - 05/09/2019, 14:34 WIB
AKP Andi Rahmat, yang didampingi pejabat Humas Polda NTT Ipda Victor, memperlihatkan ratusan detonator, Kamis (5/9/2019). KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BEREAKP Andi Rahmat, yang didampingi pejabat Humas Polda NTT Ipda Victor, memperlihatkan ratusan detonator, Kamis (5/9/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap seorang warga Sulawesi Selatan berinisial SY, karena menjual 200 batang detonator di Maumere, Kabupaten Sikka.

"Pelaku kami tangkap di parkiran kantor BRI Pahlawan, Maumere," ungkap Kasi Sidik Ditpolarud Polda NTT AKP Andi Rahmat, yang didampingi pejabat Humas Polda NTT Ipda Victor, saat memberikan keterangan pers di Kantor Dirpolairud Polda NTT, Kamis (5/9/2019).

Penangkapan itu, lanjut Andi, setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang berdomisili di Maumere.

Baca juga: Melaut Pakai Sampan, Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Pantai Kuta

Pelaku SY, kata Andi, berprofesi sebagai nelayan yang berasal dari Dusun Mekar Indah, Desa Pulau Madu, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Menurut Andi, pelaku menjual bahan peledak itu kepada para nelayan di Kabupaten Sikka, dengan harga per batang Rp 135.000 hingga Rp 250.000.

Andi menyebut, di wilayah Maumere, memang kerap terjadi aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Karena itu, kata Andi, pelaku SY melihat itu sebagai peluang untuk mencari keuntungan secara pribadi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ratusan batang detonator itu diperoleh SY dari seorang berinisial D yang berdomisili di Kota Makasar dan A yang merupakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar.

Selain menangkap SY, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 200 batang detonator, satu unit telepon genggam dan uang Rp 1 juta.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku SY mengaku baru pertama kali menjual detonator di Maumere.

Baca juga: Satu Jenazah ABK Korban Pembantaian KM Mina Sejati Tersangkut Jaring Nelayan

Namun, polisi tetap akan melakukan pendalaman kasus itu, dengan melakukan proses pengembangan dan juga koordinasi dengan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolairud Polda Sulawesi Selatan.

Atas perbuatannya itu, SY diduga melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, seumur hidup dan hukuman mati.

"Pelaku saat ini kami amankan di sel Markas Polairud Polda NTT," ujar dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Regional
Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X