Solusi Disdik untuk Siswa yang Belajar di Bawah Tenda Sobek di Bogor

Kompas.com - 03/09/2019, 17:36 WIB
Sejumlah siswa SMP TB 911 yang menginduk SMP 1 Cijeruk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di halaman rumah menggunakan terpal, milik Cucu Sumiati (39) selaku tenaga pengajar dan relawan pendidikan, Kamis (29/8/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah siswa SMP TB 911 yang menginduk SMP 1 Cijeruk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di halaman rumah menggunakan terpal, milik Cucu Sumiati (39) selaku tenaga pengajar dan relawan pendidikan, Kamis (29/8/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab), Jawa Barat, akan terus membina dan mendorong sejumlah sekolah terbuka supaya membentuk yayasan menjadi sekolah swasta.

Hal itu menyusul setelah adanya puluhan siswa SMP terbuka 1 Cijeruk atau SMP TB 911 yang terpaksa belajar di tenda beratapkan terpal sobek di halaman rumah milik guru pamong di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya itu, guru pamong di sekolah tersebut juga harus berjuang untuk bisa melanjutkan proses belajar mengajar. Tak sedikit uang yang dikeluarkannya habis hanya untuk memenuhi kebutuhan para muridnya.

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk membantu siswa siswi SMP TB 911 agar dapat belajar lebih nyaman dan kondusif. Salurkan bantuan Anda melalui Kitabisa.com, dengan klik di sini untuk donasi.


Baca juga: 8 Tahun, Siswa Sebuah SMP di Bogor Belajar di Tenda Beratapkan Terpal Sobek

Menyikapi keadaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna menjelaskan, perlu meninjau keberadaan SMP terbuka tersebut, dengan alasan karena tidak berfungsinya tempat kegiatan belajar (TKB) sehingga banyak guru pamong dan guru bina tidak tahu akan tugasnya.

"Sebenarnya salah persepsi (enggak tahu) saja yang melaporkan SMPT di Cijeruk itu, si pengelola (guru pamong) ingin ada perhatian khusus intinya itu saja. Kan perhatian khusus ada regulasinya ketika memberikan bantuan (infrastruktur pendidikan), karena ini muncul kita akan tinjau apakah masih layak ada atau tidak, kita akan kaji," katanya kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, salah satu upaya mene­kan angka putus sekolah di Kabupaten Bogor adalah dengan me­ningkatkan aksesibilitas me­nuju sekolah.

Oleh karena itu Disdik Kabupaten Bogor menerapkan sekolah satu atap, kelas jauh, termasuk sekolah terbuka.

Ia mengakui, untuk sekolah terbuka ada kendala aspek legal bagi pengelola ketika mengajukan sesuatu yang berkaitan dengan bantuan fasilitas.

"Jangankan ke sana, ke lembaga yang formal saja kalau tidak ada payung hukumnya tidak boleh memberikan bantuan," ujarnya.

Dirikan yayasan

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X