Pertama Kali, Kebun Binatang Bandung Musnahkan 263 Satwa Awetan

Kompas.com - 28/08/2019, 19:21 WIB
Petugas Bandung Zoological Garden (Bazoga) tengah mengangkat satwa awetan kuda zebra yang sudah tidak layak menjadi peraga baik untuk pendidikan maupun penelitian. Sebanyak 263 satwa awetan dimusnahkan di Bazoga, Rabu (28/8/2019). KOMPAS.com/AGIE PERMADIPetugas Bandung Zoological Garden (Bazoga) tengah mengangkat satwa awetan kuda zebra yang sudah tidak layak menjadi peraga baik untuk pendidikan maupun penelitian. Sebanyak 263 satwa awetan dimusnahkan di Bazoga, Rabu (28/8/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Deru kendaran pikap terdengar melaju di kawasan Kebun Binatang Bandung atau Bandung  Zoological Garden (Bazoga).

Kendaraan itu mengangkut koleksi satwa awetan atau opset yang  sudah ada di Museum Bazoga sejak tahun 1986.

Para pekerja mengangkut satwa-satwa yang diawetkan itu untuk dikumpulkan di salah satu sudut lokasi di kebun binatang.

Koleksi satwa awetan ini terlihat rapuh dan rusak. Bulu-bulunya sudah rontok dan gundul, bahkan kulit yang mengelupas dan robek hingga terlihat biji serutan kayu yang menjadi isi dari satwa-satwa yang diawetkan tersebut.

Analis Data Perlindungan Seksi Konservasi Wilayah III Bandung (Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar Dadang Hermawan mengatakan bahwa ada sekitar 263 satwa awetan dimuseum Bazoga yang sudah tidak layak atau tidak bisa lagi dimanfaatkan sebagai peraga untuk kepentingan pendidikan maupun penelitian.

Baca juga: Pasca Orangutan Dilempari Rokok, Kapolda Sarankan Kebun Binatang Bandung Pasang CCTV

Untuk menghindari pemanfaatan satwa awetan diluar kepentingan itu, maka Bazoga memusnahkan dengan membakarnya. " Sekitar 263 satwa awetan di museum Bandung Zoological Garden dimusnahkan dengan cara dibakar," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut berdasarkan Undang-undang no 5 tahun 90 PP 7 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar (TSK) dan PP 8 tentang pemanfaatan TSL.

"Kenapa dibakar? karena ini tidak boleh dimanfaatkan di luar kepentingan pendidikan dan penelitian," tegasnya.

Menurut Dadang, pemusnahan ini telah melalui proses yang panjang, mulai dari surat permohonan dari lembaga konservasi seperti Bazoga yang dikirim ke BKSDA, yang kemudian dilanjutkan BKSDA ke Ditjen Konservasi Sumber daya Alam Ekosistem (KSDAE) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meminta dukungan. 

Setelah mendapatkan persetujuan, pendataan dan pemeriksaan dilakukan sampai akhirnya dilakukan pemusnahan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.