Risma Kumpulkan Sumbangan Bantu Pendidikan dan Modal Usaha Warga Eks Lokalisasi Tambak Asri

Kompas.com - 27/08/2019, 16:19 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan bantuan pendidikan kepada anak yatim piatu eks lokalisasi Tambak Asri di Balai Kota Surabaya, Selasa (27/8/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan bantuan pendidikan kepada anak yatim piatu eks lokalisasi Tambak Asri di Balai Kota Surabaya, Selasa (27/8/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga eks lokalisasi Tambak Asri di Balai Kota Surabaya, Selasa (27/8/2019).

Bantuan yang diberikan langsung oleh Risma itu, di antaranya bantuan dana pendidikan untuk 25 anak yatim piatu dan bantuan modal usaha kepada warga eks lokalisasi Tambak Asri.

"Ini eks lokalisasi Kremil (Tambak Asri) itu kan memang hampir 99,9 persen itu orang miskin. Jadi karena itu, kita bukan hanya bantuan untuk anak-anak sekolah, tapi juga modal usaha dan itu sudah kita lakukan survei juga," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Selasa.

Baca juga: Tekad Risma Wujudkan Mimpi Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20


Menurut Risma, sejumlah bantuan yang diberikan itu merupakan wujud kepeduliaan Pemerintah Kota Surabaya kepada sejumlah anak yatim piatu dan semua warga di eks lokalisasi Tambak Asri, Surabaya.

Bantuan itu didapat dari hasil pengumpulan sumbangan di Masjid Muhajirin Pemkot Surabaya dan sumbangan itu sudah dilakukan beberapa kali.

"Jadi hasil dari sumbangan itu dikumpulkan untuk bantuan anak-anak ini. Ini sudah kesekian kalinya, pernah di Dolly, sekarang di Kremil, Tambak asri," ujar Risma.

Ia mengutarakan, bantuan tersebut bisa terus dilakukan untuk membantu warga miskin dengan cara menarik sumbangan sukarela.

Karena itu, Risma meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan kebutuhan hidup dan masa depan anak-anaknya. Sebab,   Pemkot Surabaya punya kekuatan untuk mrmobilisasi mengumpulkan sumbangan.

"Mereka tidak perlu takut dan bingung dari mana biayanya, termasuk untuk masa depan mereka," kata Risma.

Baca juga: Risma Minta Orangtua Tak Nikahkan Anak Perempuan di Usia Dini

Selain bantuan pendidikan dan modal usaha, Risma mengaku Pemkot Surabaya juga sudah membentuk koperasi usaha dan saat ini koperasi tersebut sudah berjalan dan cukup membantu meringankan beban warga di Tambak Asri.

"Koperasinya ada dua. Koperasi untuk usaha sama koperasi untuk kebutuhan sehari-hari. Ini sudah berjalan, sudah beberapa bulan. Mudah-mudahan membantu meringankan pengeluaran mereka," imbuh Risma.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X