Misteri Pembantaian di KM Mina Sejati, ke Mana Hilangnya 20 ABK dan 3 Pelaku?

Kompas.com - 23/08/2019, 16:45 WIB
sejumlah  ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke  Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYsejumlah ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 23 anak buah kapal ( ABK) KM Mina Sejati hingga kini belum ditemukan keberadaanya oleh aparat berwenang.

Dari total 36 ABK dan nahkoda berlayar dengan kapal tersebut, baru 13 orang yang ditemukan.

Dari 13 ABK yang ditemukan itu, 11 dinyatakan selamat dan dua lainnya tewas.

Saat ini, seluruh korban selamat telah berada di Kantor Polres Pulau Aru untuk dimintai keterangannya terkait insiden pembantaian yang terjadi di kapal tersebut.

Baca juga: TNI AL Ungkap Detik-detik Pembantaian di Atas KM Mina Sejati

Sementara, dua korban tewas langsung diautopsi di rumah sakit Cenderawasih Dobo.

Baik polisi maupun aparat TNI AL yang mengevakuasi para korban selamat dengan KRI Teluk Lada belum mau menjelaskan motif dan penyebab di balik insiden tersebut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Aru, Letkol Laut Suharto Silaban mengatakan, setelah menguasai KM Mina Sejahtera dan melakukan penggeledahan di atas kapal tersebut, pihaknya tidak menemukan satu pun ABK di atas kapal itu.

“Saat digrebek dan diperiksa ternyata kosong, tidaka ada lagi satu pun ABK di atas kapal,” kata Silaban, kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Menurut Silaban, dari total 36 jumlah ABK dan nakhoda, hanya 13 orang yang ditemukan, 11 selamat dan dua tewas.

Dia pun tidak bisa menjelaskan secara detail keberadaan 23 ABK lainnya yang berada di atas kapal tersebut.

“Yang lain kami tidak tahu karena saat kapal digeledah sudah kosong, ya faktanya begitu yang kami temukan,” ujar dia.

Sehari sebelumnya, Silaban memastikan bahwa jumlah korban pembantaian ABK KM Mina Jaya berjumlah 7 orang, yakni 5 tewas di atas kapal dan dua lainnya tewas saat berusaha menceburkan diri ke laut.

“Dari 36 ABK, 11 orang selamat, 7 tewas, lima meninggal di atas kapal dan 2 meninggal saat melompat ke laut, jadi clear ya, jangan lagi ada simpang siur,” ungkap dia.

Menyangkut keberadaan 23 ABK yang masih hilang termasuk 3 orang pelaku pembantaian, Silaban mengaku tidak mengetahuinya.

Meski begitu, dia menduga kalau para ABK tersebut seluruhnya telah tewas. "Kemungkinan besar semuanya telah tewas,” ujar dia.

Silaban mengaku, hingga kini proses pencarian terhadap 23 ABK itu masih terus diupayakan.

"Sampai saat ini upaya pencarian 23 ABK itu masih dilakukan, entah nanti dapat atau tidak,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Markas Besar TNI AL Laksmana Pertama Mohamad Zaenal saat keterangan awal TNI AL memastikan masih ada sebanyak 5 jenazah yang berada di atas kapal tersebut, termasuk juga 15 orang ABK.

“Kami memastikan lima jenazah ABK masih berada di atas KM Mina Sejati, dan 15 ABK masih hidup,” ujar dia.

Baca juga: Pembantaian di KM Mina Sejati, Nasib 20 ABK Masih Misteri

Menurut Zaenal, sebelum menguasai kapal itu, TNI AL sempat bernegosiasi dengan ABK KM Mina Sejati, namun panggilan radio dari KRI Teluk Lada tidak mendapat respons.

Tim TNI AL berjumlah 8 personel juga ditugaskan khsuus dengan speedboat untuk memantau dan mengawasi serta melakukan pendekatan dengan para ABK di atas kapal.

Sayangnya setelah digeledah, 23 ABK termasuk 3 pelaku pembantaian tidak berhasil ditemukan.

 

Selain memeriksa 11 ABK KM Mina Sejati, polisi juga tengah memeriksa sebanyak 35 ABK KM Gemilang Samudera di kantor Polres setempat.

KM Gilang Samudera ini yang menolong 11 korban selamat dan sempat mengevakuasi dua ABK tewas korban tewas pembantaian. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Regional
Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Regional
Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Regional
Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Regional
Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Regional
Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Regional
Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Regional
Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB 'Screening' Lansia

Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB "Screening" Lansia

Regional
Pameran Seni Rupa 'Sugih Ora Nyimpen', Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Pameran Seni Rupa "Sugih Ora Nyimpen", Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Regional
Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Regional
Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Regional
12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

Regional
Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Regional
Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X