Kompas.com - 23/08/2019, 09:21 WIB
Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 20 anak buah kapal KM Mina Sejati belum diketahui nasibnya pasca-pembantauan pada 16 Agustus 2019 lalu, di perairan Aru, Maluku.

Pengelola KM Mina Sejati, Rinto sebagaimana dikutip Antaranews.com mengatakan, pihaknya baru terima informasi kerjadian itu pada 17 Agustus 2019, atau sehari setelah pembantaian.

Informasi itu didapat dari kapten kapal bahwa KM Mina Sejati dibajak dan dibawa orang ke arah barat. Nasib 20 ABK belum diketahu, namun lima lainnya dipastikan tewas.

Sementara nakhoda kapal, Awi dikatakn selamat dari pembantaian.

Baca juga: 5 Fakta Tragedi Pembantaian ABK KM Mina Sejati, Dibunuh Saat Tidur hingga 23 Orang Masih Hilang

Peristiwa bermula saat nakhoda kapal Awi mendengar suara keribuatan di ruang ABK di palka bawah. Saat dicek, di ruang terjadi pembantaian ABK. Awi dan beberapa ABK lainnya selamat setelah mereka melompat ke laut.

Rinto yang mendengar kabar itu mengaku bingung harus menghubungi siapa. Saat kalut tersebut, tiba-tiba ia menerima panggilan telepon dari nomor asing yang memberitahukan ada pembajakan kapal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belakangan diketahui, orang yang menghubungi Rinto adalah Along, nakhoda KM Gemilang Samudra. Along mengawasi KM Mina Sejati dari jarak tertentu.

"Saya koordinasi dengan polres dan PSDKP Tual dan Perikanan Dobo untuk mengecek kebenarannya," kata Rinto.

Sementara kapten KM Gemilang Samudra, Along sudah mengontak PSDKP Tual melalui pesan SMS agar segera melapor ke aparat kepolisian. Pihak PSDKP Tual kemudian meminta bantuan Basarnas sebab kapal milik PSKDP, Hiu Macan sedang doking di Bitung.

Lalu Basarnas berkoordinasi dengan TNI AL untuk meminta peyergapan di KM Mina Sejati. Pasukan TNI AL kemudian melakukan penyergapan di KM Mina Sejati. Namun kondisi kapal sudah dalam keadan kosong.

"Anggota TNI AL sudah naik ke atas kapal dan melakukan pemeriksaan. Tapi kosong dan posisi kapal bagian belakang sudah masuk ke dalam air, sehingga tiga pelaku yang merupakan ayah, anak, dan paman bersama 20 ABK lain belum diketahui keberadaannya," kata Rinto.

Baca juga: Detik-detik Pembantaian di KM Mina Sejati, Dilakukan Saat ABK Tidur

Antaranews menyebutkan, total 20 ABK belum diketahui nasibnya. Namun lima ABK dilaporkan tewas tetapi belum ada bukti karena mayatnya belum ditemukan. Hanya dua orang yang dipastikan tewas setelah meloncat dari kapal untuk menyelamatkan diri bersama 11 orang lainnya, termask nakhoda kapal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X