Duduk Perkara Kerusuhan di Fakfak dan Timika

Kompas.com - 21/08/2019, 16:35 WIB
Pasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, papua Barat, dibakar oleh massa yang melakukan aksi protes terhadap dugaan rasisme yang diterima mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur (21/08/2019) Dok IstimewaPasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, papua Barat, dibakar oleh massa yang melakukan aksi protes terhadap dugaan rasisme yang diterima mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur (21/08/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kerusuhan pecah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (21/8/2019) pagi.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani membenarkan terjadinya kerusuhan di Fakfak pada Rabu pagi. Massa membakar kantor Dewan Adat dan Pasar Thumburuni di Fakfak serta beberapa fasilitas umum lainnya.

"Beberapa jam lalu terjadi pembakaran kantor Dewan Adat dan Pasar Tumburuni," kata Lakotani.

Menurut Lakotani, kerusuhan ini disebabkan adanya konsentrasi massa sejak Selasa (20/8/2019) malam yang berada di dua titik.


Baca juga: Fakta Kerusuhan Fakfak, Kantor Tutup, Sekolah Libur hingga Bisa Dikendalikan...

Lakotani menambahkan, penyebab kerusuhan di Fakfak masih merupakan lanjutan dari aksi protes atas rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Ia menduga aksi kerusuhan ini sudah ditunggangi pihak-pihak tertentu.

Hal senada diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Menurutnya kericuhan di Fakfak, Papua Barat disebabkan karena provokasi sekelompok orang.

"Hanya segelintir orang yang memang mencoba memprovokasi masyarakat. Itu sedang diidentifikasi. Dan beberapa simbol-simbol juga sudah diamankan oleh aparat kepolisian," ujar Dedi saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Polri: Kerusuhan di Fakfak Dipicu Provokasi Sekelompok Orang

 

Aparat disiagakan

Massa saat berkumpul di Pasar Fakfak Papua Barat, Rabu (21/8/2019)KOMPAS.com/RACHMAWATI Massa saat berkumpul di Pasar Fakfak Papua Barat, Rabu (21/8/2019)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal mengatakan bahwa situasi tersebut dapat dikendalikan aparat keamanan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dendam dengan Suami, Jadi Motif Dewi Bunuh 2 Balita Kembar

Dendam dengan Suami, Jadi Motif Dewi Bunuh 2 Balita Kembar

Regional
Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

Regional
9 Korban Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi Hendak ke Gereja

9 Korban Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi Hendak ke Gereja

Regional
Kabut Asap Semakin Tebal, Dinas Kesehatan Wajibkan Warga Kenakan Masker Saat Keluar Rumah

Kabut Asap Semakin Tebal, Dinas Kesehatan Wajibkan Warga Kenakan Masker Saat Keluar Rumah

Regional
Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Irigasi

Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Irigasi

Regional
Mahfud MD: Presiden Perlu Panggil Pimpinan KPK untuk Diskusi

Mahfud MD: Presiden Perlu Panggil Pimpinan KPK untuk Diskusi

Regional
Fakta Terkini Kecelakaan di Tol Jagorawi, Akibat Ban Pecah hingga 3 Tewas

Fakta Terkini Kecelakaan di Tol Jagorawi, Akibat Ban Pecah hingga 3 Tewas

Regional
Gas Amonia Bocor dari Pabrik Es, Warga Berhamburan Lari ke Pantai

Gas Amonia Bocor dari Pabrik Es, Warga Berhamburan Lari ke Pantai

Regional
Udara Sangat Tidak Sehat, Libur Sekolah di Pontianak Diperpanjang hingga Selasa

Udara Sangat Tidak Sehat, Libur Sekolah di Pontianak Diperpanjang hingga Selasa

Regional
Cakupan Pengobatan HIV-AIDS Indonesia Terburuk di Asia Pasifik

Cakupan Pengobatan HIV-AIDS Indonesia Terburuk di Asia Pasifik

Regional
Dampak Kabut Asap, Puluhan Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA, Puskesmas Diminta Buka 24 Jam

Dampak Kabut Asap, Puluhan Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA, Puskesmas Diminta Buka 24 Jam

Regional
Kabut Asap Semakit Tebal, Ribuan Warga Gelar Shalat Minta Hujan

Kabut Asap Semakit Tebal, Ribuan Warga Gelar Shalat Minta Hujan

Regional
Kabut Asap Pekat Berdampak Keterlambatan Penerbangan di Riau

Kabut Asap Pekat Berdampak Keterlambatan Penerbangan di Riau

Regional
Ini Alasan Mahfud MD Sebut KPK Tidak Bisa Serahkan Mandat ke Presiden

Ini Alasan Mahfud MD Sebut KPK Tidak Bisa Serahkan Mandat ke Presiden

Regional
Ditangkap, Buruh Bangunan Mengakui Perkosa Keponakan Sendiri

Ditangkap, Buruh Bangunan Mengakui Perkosa Keponakan Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X