Pelaku Tabrakan Divonis 4 Bulan, Video Seorang Ibu Histeris Tuntut Keadilan Viral di Medsos

Kompas.com - 21/08/2019, 16:25 WIB
Video seorang ibu menangis histeris tuntut keadilan di Kantor Pengadilan Negeri Baubau, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Rabu (21/8/2019). Ibu yang bernama Sahiba ini tidak terima Pengadilan Negeri Baubau hanya menjatuhi hukuman 4 bulan penjara terhadap pelaku yang menabrak putrinya hingga tewas pada mei 2019 lalu. DEFRIATNO NEKEVideo seorang ibu menangis histeris tuntut keadilan di Kantor Pengadilan Negeri Baubau, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Rabu (21/8/2019). Ibu yang bernama Sahiba ini tidak terima Pengadilan Negeri Baubau hanya menjatuhi hukuman 4 bulan penjara terhadap pelaku yang menabrak putrinya hingga tewas pada mei 2019 lalu.

BAUBAU, KOMPAS.com - Video seorang ibu menangis histeris tuntut keadilan di Kantor Pengadilan Negeri Baubau, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Rabu (21/8/2019).

Ibu yang bernama Sahiba ini tidak terima Pengadilan Negeri Baubau hanya menjatuhi hukuman 4 bulan penjara terhadap pelaku yang menabrak putrinya hingga tewas pada Mei 2019 lalu. 

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sahiba mempertanyakan keadilan di Pengadilan Negeri Baubau. 

“Hanya 4 bulan, keadilan di mana? Keadilan hukum, keadilan di Baubau di mana disimpan? Anakku, saya besarkan selama 18 tahun, sekali dibalas nyawanya hanya divonis 4 bulan saja, kami orang susah ini sepertinya dipandang sebelah mata, tidak ada keadilan,” kata Sahiba, Rabu.

Baca juga: Viral Video Penampakan Buaya di Pantai Carocok Sumbar, Ini Penjelasannya

Putri Sahiba, Desty Kurnia (18), tewas ditabrak mobil Toyota Avanza yang dikendarai oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Darmawati (52), di Jalan Dokter Wahidin, Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, pada Mei 2019 lalu. 

Desty yang mengalami luka di tubuhnya langsung tewas seketika di lokasi kejadian dan pelaku Darmawati langsung diamankan polisi.

Setelah melewati rangkaian persidangan, pada Senin (19/8/2019), hakim Pengadilan Negeri Baubau kemudian menjatuhi hukuman kepada Darmawati dengan 4 bulan penjara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

IBU INI HANYA BUTUH KEADILAN !! ITU YANG HILANG NYAWA, KASIAN IBUNYAAA !! ????? Vonis 4 Bulan penjara, Adilkah? Tak Terima Putusan Hakim Pengadilan Negeri Kota Baubau, Ibu Korban kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang merenggut nyawa Desti Kurnia pada Mei lalu Ribut di Pengadilan. Adalah Wa Sahiba yang beralamat kelurahan tanganapada tersebut, berteriak dan mengagetkan seisi Ruang Pengadilan Negeri (PN) Baubau. Katanya, "dimana Keadilan di Kota Baubau ini, begitu gampangnya menghilangkan nyawa anakku dan hanya dibayar 4 Bulan kurungan Penjara" jelas ibu sambil menangis. "Ternyata Nilai seorang Ibu tidak lagi berharga, saya Membesarkan Anakku selama 18 Tahun ditambah 9 bulan dalam kandungan, Lalu ditabrak, yang tabrak hanya divonis 4 Bulan" Ibu yang Lemah tersebut setelah ketuk palu lalu menyapa pengacara terdakwa, sembari menyebut " Selamat, kamu menang dan telah membela yang lalai bawa mobil, Bagus" Harapan ibu tersebut ialah Hukum dibaubau tidak seperti yang ia rasakan, dan para pengacara yang bekerja di PN Baubau tidak membela salah, Seperti diketahui Nasi telah menjadi bubur, Terdakwa telah divonis selama 4 bulan oleh Hakim Pengadilan Negeri Baubau pada senin (19/8/19). Ada yang Janggal dalam sidang itu, ialah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mestinya membela pihak Korban, Namun sama sekali tidak membuka diri untuk berkonsultasi ke jalur hukum selanjutnya atau pengajuan Banding. Dia hanya senyum sinis, melihat kesedihan Ibu tersebut. Menyambung Kata ibu tersebut Rizal (21) yang merupakan kakak Almarhuma Desti Kurnia menyebut "sejak sidang awal di kejaksaan negeri kami seperti tidak diberi ruang untuk berbicara" "Kami Tak punya daya apa-apa, kami buta Hukum, kemudian untuk menyewa seorang pengacara kami bukan orang berada seperti terdakwa yang Katanya adalah kepala bidang di RSUD Kota Baubau" jelasnya ????? Sebarkan informasi untuk wilayah baubau dan sekitarnya. Mention & tag kami. @infobutonraya #infobutonraya #baubau #buton #butontengah #butonisland #butonselatan #butonutara #wakatobi

A post shared by Info Buton Raya (@infobutonraya) on Aug 20, 2019 at 4:02pm PDT

   

“Terus terang kecewa sekali, batin saya teriris sampai nyawa berakhir. Saya seorang ibu harapkan keadilan yang seadil-adilnya. Cuman 4 bulan saja, kami tidak terima baik,” ujar Sahiba. 

Ditempat yang berbeda, Humas Pengadilan Negeri Baubau, Haeruddin Tomu, mengatakan, vonis empat bulan dijatuhkan kepada pelaku karena berbagai pertimbangan, salah satunya telah ada surat perdamaian antara pelaku dengan orangtua korban. 

“Ada pernyataan kesepakatan perdamaian yang dibuat di depan lurah dengan orangtua korban dan terdakwa, serta saksi-saksi,” ucap Haeruddin. 

Selain itu, yang meringankan vonis tersebut juga karena terdakwa telah memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban. 

Baca juga: Viral, Siswa SMP Kelas Jauh Menangis Minta Bangunan Sekolah

“Ini juga dikuatkan keterangan bapak kandung korban di persidangan sendiri, beliau menyatakan seperti itu, dan membenarkan telah menerima santunan dari terdakwa. Lalu kedua karena deliknya ini kelalaian, bukan faktor kesengajaan,” tutur dia.

Sementara itu, jaksa penuntut umum, Amran Mol, mengatakan, dalam fakta persidangan bila keluarga korban sudah memaafkan terdakwa dan keluarga sudah menerima uang santunan dari terdakwa. 

“Memperhatikan hal itu, kami menuntut hanya 4 bulan. Kami tidak ada upaya hukum dan langsung menerima putusan itu,” kata Amran. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

Regional
'Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik'

"Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik"

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Agustus 2020

Regional
Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Malaysia 2 Kali Langgar Batas Wilayah di Nunukan, KSAL Kirim Nota Protes

Regional
Truk Tronton Minuman Kemasan Remnya Blong, Tabrak Pikap hingga Terpental ke Sawah

Truk Tronton Minuman Kemasan Remnya Blong, Tabrak Pikap hingga Terpental ke Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X