Dibom Air 132 Kali, Kebakaran Lahan di Musi Banyuasin Tak Kunjung Padam

Kompas.com - 20/08/2019, 08:34 WIB
Pemadaman menggunakan helikopter water boombing untuk memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Bayung Lenci, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. HANDOUT/BPBD SUMSELPemadaman menggunakan helikopter water boombing untuk memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Bayung Lenci, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kebakaran lahan gambut seluas 1.062 hektare di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Sumatera Selatan, saat ini masih berlangsung.

Petugas gabungan terus berupaya menjinakkan api yang membakar lahan gambut itu agar tak meluas.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Ansori mengatakan, mereka telah menurunkan enam unit helikopter water bombing ke lokasi untuk memadamkan api.

Helikopter tersebut melakukan water bombing sebanyak 132 kali. Namun api tak kunjung padam.

"Kondisinya sampai sekarang masih belum padam," kata Ansori.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Sumsel Meluas, 6 Heli Tak Cukup untuk Pemadaman

Tak padamnya api yang membakar lahan gambut tersebut karena kobarannya berada di bawah. Sementara, helikopter hanya bisa menjatuhkan air dari atas.

Sehingga, petugas pemadaman dari darat pun harus ditambah agar api bisa dipadamkan dengan cepat.

"Kita masih berupaya melakukan pemadaman. Sudah 200 personel gabungan diturunkan untuk pemadaman darat," ujarnya.

Ansori mengungkapkan, metode menghalau api dengan membuat sekat kanal pun masih kurang efektif.

Sebab, sekat yang dibuat itu hanya memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Sementara kedalaman lahan gambut lebih dari itu.

Pembuatan sekat kanal itu merupakan bantuan dari PT Sinarmas dengan menurunkan sebanyak 9 unit ekskavator.

"Seharusnya digali lebih dalam lagi baru efektif. PT Sinarmas menurunkan alat berat, karena lokasi lahan yang terbakar dekat degan hutan tanam industri ( HTI) milik mereka," jelasnya.

Baca juga: Tali Layangan Lilit Helikopter Saat Padamkan Kebakaran Lahan dan Hutan

Ia menjelaskan, kondisi arah angin saat ini berda ke arah barat dan barat daya. Sedangkan posisi HTI berada di timur, sehingga kecil kemungkinan api akan membakar lahan yang ada di sana.

"Kecil kemungkinan api akan muncul kawasan HTI, karena saat ini angin arah ke Jambi," ungkapnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X