7 Cerita Unik Pelantikan Anggota DPRD, SK Gubernur Jateng Telat hingga Azan untuk Usir Bisikan Setan

Kompas.com - 15/08/2019, 06:15 WIB
Mahasiswa dan PKL yang menggelar aksi unjukrasa pelantikan anggota DPRD Garut, terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, Selasa (13/08/2019) ARI MAULANA KARANGMahasiswa dan PKL yang menggelar aksi unjukrasa pelantikan anggota DPRD Garut, terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, Selasa (13/08/2019)

KOMPAS.com - Sederet kisah unik terungkap saat acara pelantikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) di Indonesia.

Salah satunya ada di Kendal, Jawa Tengah. Acara pelantikan anggota DPRD di Kendal terpaksa diundur, karena Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah belum turun.

Selain itu, acara pelantikan anggota DPRD di Garut diwarnai unjuk rasa pedagang kaki lima yang tergusur. 

Saat itu, para pendemo ingin mengumandangkan azan saat acara pelantikan agar para anggota dewan yang baru terbebas dari bisikan-bisikan setan.

Berikut ini fakta unik yang terjadi saat acara pelantikan anggota DPRD:

1. Kembalikan jas sehari sebelum pelantikan

Rapat paripurna DPRD Garut Rabu (23/1/2019) yang menjadi rapat paripurna pertama di periode kedua kepemimpinan Rudy-Helmi. KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG Rapat paripurna DPRD Garut Rabu (23/1/2019) yang menjadi rapat paripurna pertama di periode kedua kepemimpinan Rudy-Helmi.

Menjelang pelantikan, sejumlah calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik terpaksa mengembalikan jas ke Sekretariat Dewan (Setwan).

Pasalnya, jas yang akan digunakan untuk pelantikan tersebut banyak yang kekecilan dan bahan dianggap tak berkualiatas.

"Ada yang kekecilan, bahannya juga jelek. Jadi semua sepakat dikembalikan saja ke Setwan," jelas Agus Hamdani, calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik Selasa (13/8/2019) saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Senin (12/8/2019) malam.

Agus yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut mengungkapkan, jas tersebut berasal dari Jakarta.

"Padahal sudah diukur semuanya oleh penjahitnya langsung dari Jakarta, katanya yang menang tendernya dari Jakarta," jelas mantan Bupati Garut yang menggantikan Aceng HM Fikri tersebut.

Baca juga: Sehari Jelang Dilantik, Anggota DPRD Garut Kembalikan Jas dari Setwan

2. Pendemo ingin lantunkan azan saat pelantikan, ini alasannya

Kantor DPRD Garut di Jalan Patriot Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul sepi dari aktivitas Jumat (18/08/2017)Kompas.com/ari maulana karang Kantor DPRD Garut di Jalan Patriot Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul sepi dari aktivitas Jumat (18/08/2017)

Aksi unjuk rasa mewarnai acara pelantikan di Gedung DPRD Garut, Selasa (13/8/2019).

Menurut Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang mengungkapkan, alasan para PKL berunjuk rasa karena tempat mereka berdagang di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, telah ditertibkan dan PKL tidak bisa berdagang kembali.

“Kami juga ingin mengazani anggota DPRD Garut yang baru, seperti bayi yang baru lahir, agar tidak mendengar bisikan-bisikan setan,” katanya kepada wartawan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Perawat di Jember Terjangkit Virus Corona, Semuanya OTG

Tiga Perawat di Jember Terjangkit Virus Corona, Semuanya OTG

Regional
37 Tenaga Medis Bengkulu Terpapar Covid-19 Saat Istirahat dan Melepas APD

37 Tenaga Medis Bengkulu Terpapar Covid-19 Saat Istirahat dan Melepas APD

Regional
Aksi Ojol di Tengah Wabah, Jaga Barikade Jalan hingga Kampanye Penggunaan Masker

Aksi Ojol di Tengah Wabah, Jaga Barikade Jalan hingga Kampanye Penggunaan Masker

Regional
Para Ibu Ini Tolak Tes Swab dengan Merusak Perabot Rumah Tangga

Para Ibu Ini Tolak Tes Swab dengan Merusak Perabot Rumah Tangga

Regional
Menolak Dijemput, Keluarga Pasien Covid-19 yang Kabur dari RS Gelar Ronda

Menolak Dijemput, Keluarga Pasien Covid-19 yang Kabur dari RS Gelar Ronda

Regional
Kisah Kasih Ibu Ester, 20 Tahun Merawat Putranya Dalam Pasungan

Kisah Kasih Ibu Ester, 20 Tahun Merawat Putranya Dalam Pasungan

Regional
10 TKI NTT dari Qatar dan Malaysia Pulang Bawa Surat Bebas Corona

10 TKI NTT dari Qatar dan Malaysia Pulang Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Ular Berbisa Diselundupkan Lewat Bandara, Ditaruh di Botol Plastik, Kondisinya Lemas

Ular Berbisa Diselundupkan Lewat Bandara, Ditaruh di Botol Plastik, Kondisinya Lemas

Regional
Tak Percaya Virus Corona, Pria Ini Ingin Temani Pasien Covid-19 dan Tantang Gugus Tugas

Tak Percaya Virus Corona, Pria Ini Ingin Temani Pasien Covid-19 dan Tantang Gugus Tugas

Regional
Pemudik dari Jakarta di Grobogan Positif Terinfeksi Virus Corona

Pemudik dari Jakarta di Grobogan Positif Terinfeksi Virus Corona

Regional
'Live' di Facebook Gaet Pemudik yang Mau ke Jakarta, Sopir Travel Diamankan Polisi

"Live" di Facebook Gaet Pemudik yang Mau ke Jakarta, Sopir Travel Diamankan Polisi

Regional
Demi Nikahi Pria Lain, Wanita Sembunyikan Kehamilan dan Bunuh Bayinya

Demi Nikahi Pria Lain, Wanita Sembunyikan Kehamilan dan Bunuh Bayinya

Regional
Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Ternyata Sengaja Dibuang

Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Ternyata Sengaja Dibuang

Regional
Polisi Tahan 7 Warga Pasca-bentrok di Tapanuli Selatan

Polisi Tahan 7 Warga Pasca-bentrok di Tapanuli Selatan

Regional
Detik-detik Polisi Tewas Diserang Katana, Pelaku Belasan Tahun, Berawal Ledakkan Mobil Patroli

Detik-detik Polisi Tewas Diserang Katana, Pelaku Belasan Tahun, Berawal Ledakkan Mobil Patroli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X