Ada Helm hingga Botol Minum Ikut Antre e-KTP, Ini Kata Disdukcapil Kabupaten Bandung

Kompas.com - 13/08/2019, 12:05 WIB
Fenomena antrian di disdukcapil Kabupaten Bandung, Selasa (13/08/2019) pagi. Warga mengantri antrian sejak subuh, Lelah berdiri terus warga berinisiatif mengganti antrian dirinya oleh helm, batu, tas, botol minuman dan sebagainya. Dok. Instagram @infotidayeuhkolot Fenomena antrian di disdukcapil Kabupaten Bandung, Selasa (13/08/2019) pagi. Warga mengantri antrian sejak subuh, Lelah berdiri terus warga berinisiatif mengganti antrian dirinya oleh helm, batu, tas, botol minuman dan sebagainya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Antrean pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( e-KTP atau KTP-el) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung jadi perbincangan hangat di dunia maya.

Lewat akun Intagram @infotidayeuhkolot, warga mengantre hingga mengular ke luar kantor.

Lantaran lama menunggu, warga pun berinisiatif menyusun barisan antrean dengan menyimpan sejumlah benda seperti helm, tas, batu, hingga botol minuman.

"Fenomena antrian di Disdukcapil Kabupaten Bandung 13/08/2019 selasa pagi, Warga mengantri antrian sejak subuh, Lelah berdiri terus warga berinisiatif mengganti antrian dirinya oleh Helm, Batu dan Tas," tulis akun tersebut.


Baca juga: Ratusan Warganya Antre E-KTP, Emil Dardak Sidak Disdukcapil

Akibat blanko e-KTP terbatas

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Salimin menjelaskan, antrean tersebut disebabkan terbatasnya pasokan blanko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia mengatakan, stok blanko e-KTP di Kemendagri sangat sulit didapat setelah pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019.

"Saat ini semua kabupaten kota di Indonesia mengalami permasalahan yang sama," ujar Salimin saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (13/8/2019).

"Setiap seminggu sekali seluruh kabupaten kota hanya diberi kuota 500 keping. Bayangkan kebutuhan kita yang siap cetak per hari ini sebanyak 90.000 orang." 

Baca juga: Cerita Dirjen Dukcapil Menyamar dan Dibohongi soal Blanko E-KTP

Dengan kuota hanya 500 keping tiap minggu, sambung Salimin, pihaknya hanya mampu melayani 100 orang pemohon tiap harinya.

Padahal setiap hari ada lebih dari 250 warga yang mengajukan pencetakan e-KTP.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X