Gempa Bantul, Warga Rasakan Getaran Saat Rayakan Malam Takbiran

Kompas.com - 10/08/2019, 21:39 WIB
Ilustrasi gempa, gempa Banten ShutterstockIlustrasi gempa, gempa Banten

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 5,1 yang mengguncang Bantul, Yogyakarta, Sabtu (10/8/2019) malam sempat membuat kaget masyarakat Gunungkidul.

Salah seorang warga Kecamatan Playen, Gunungkidul,  Candra mengaku merasakan gempa beberapa detik saat dirinya tengah maerayakan malam takbiran menyambut Idul Adha.

"Tadi sempat kaget, apalagi di sekitar rumah sedang ada takbiran," katanya Sabtu malam.

Baca juga: Sabtu Malam, Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bantul dan Maluku Tengah

Seorang warga Kecamatan Wonosari, Kismaya, juga merasakan gempa tersebut saat sedang beraktivitas di rumahnya.

"Ruangan ini rasanya preketek-preketek," ucapnya.

Warga Kecamatan Kasihan, Bantul, Wisang Seto mengatakan, dirinya juga merasakan gempa saat menonton TV.

"Rasane hanya beberapa detik, tapi ya takut," katanya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bantul dan Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan gempa juga dia rasakan.

Dari informasi yang dia dapatkan, kondisi di wilayah pantai terpantau aman.

Informasi yang dikutip dari akun Twitter BMKG, gempa berpusat di laut 105 km barat daya Bantul, dengan kedalaman 10 km.

Gempa dirasakan (MMI) II-III Bantul, II-III Jogjakarta, II-III Giri Mulyo, II-III Maguwoharjo, II-III Sleman, II Cilacap, II Ponorogo, II Pacitan, dan II Purworejo.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X