Jadi Korban Oder Fiktif GrabFood, Pemilik Warung Lapor Polisi

Kompas.com - 31/07/2019, 19:32 WIB
Pemilik Warung Makan Bebek Ciphuk, Riski Riswandi saat melapor ke Polres Malang Kota karena jadi korban order fiktif GrabFood, Rabu (31/7/2019) ANDI HARTIKPemilik Warung Makan Bebek Ciphuk, Riski Riswandi saat melapor ke Polres Malang Kota karena jadi korban order fiktif GrabFood, Rabu (31/7/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Riski Riswandi, pemilik Bebek Ciphuk di Kota Malang, Jawa Timur mengaku menjadi korban order fiktif aplikasi Grab. Akibatnya, Riski harus menaggung beban biaya puluhan juta kepada pengelola Grab.

Riski telah melaporkan kejadian yang dialaminya itu kepada pihak Polres Malang Kota.

Dikatakan Riski, ada pihak yang memanfaatkan warung makan miliknya yang sudah tutup. Warung itu berada di Jalan Raden Tumenggung Suryo, Kota Malang. Warung itu ditutup karena akan direnovasi.

"Tutup Bulan Ramadhan kemarin karena mau direnovasi," katanya usai melapor di Mapolres Malang Kota, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: 2 Bulan Dikerjai Order Fiktif, Driver Ojol Ramai-ramai Sumbang Orderan Makanan ke Panti Asuhan

Sebagai gantinya, Riski bersama istrinya, Fitria Dwi Hastuti membuka warung makan yang sama di Jalan Terusan Titan 5 G4.

Pada 3 Juli lalu, Riski mengajukan pindah ke pihak pengelola Grab, karena warung makan miliknya menerima pesanan secara online melalui aplikasi GrabFood. Namun hingga saat ini, alamat akun Bebek Ciphuk masih yang lama.

Hal itu lantas dimanfaatkan sejumlah pengemudi Grab untuk melakukan order fiktif. Kebetulan, GrabFood baru-baru ini mengeluarkan diskon 40 persen untuk pembelian minimal Rp 50.000.

"Mereka memanfaatkan promo," katanya.

Riski mengatakan, akun Grab yang dimilikinya tiba-tiba banyak yang order. Padahal warung itu sudah tutup.

Akun miliknya mulai banyak diorder sejak Sabtu (27/7/2019). Saat itu, dirinya sempat ditelpon oleh salah satu driver Grab karena warungnya tutup. Padahal di aplikasi warung itu tetap buka. Driver Grab itu juga mengatakan bahwa di warungnya yang sudah tutup banyak pengemudi Grab.

"Hari Sabtu ada driver yang ngasih tahu. Tutup kok ada orang," katanya.

Pada Selasa (30/7/2019), dirinya langsung mengecek ke lokasi warung makannya itu. Ketika itu, ia mendapati banyak pengemudi Grab di lokasi itu. Ia juga mendapati banyak struk atas nama warung makan miliknya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X