Erupsi Gunung Tangkuban Parahu di Jumat Sore Lebih Besar Dibanding Letusan 2013

Kompas.com - 26/07/2019, 20:41 WIB
Tangkapan layar instagram @putnaab. Tangkapan layar instagram @putnaab.Tangkapan layar instagram @putnaab.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gunung Tangkuban Parahu kembali erupsi, Jumat (26/7/2019). Gunung yang terkenal dengan Kawah Ratu itu terakhir kali erupsi pada Februari hingga Oktober 2013 silam.

Kepala Sub bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan, erupsi kali ini lebih besar dari tahun 2013.

"Tipe erupsinya sama freatik. Tapi mungkin tadi ketinggian yang ini lebih besar kalau yang 2013 lebih singkat dan warnanya tidak kelabu dan bergumpal seperti itu. Dan waktu itu hanya hujan abu tipis serta terjadi tengah malam jadi tidak ada kepanikan," ujar Nia saat ditemui di pos pantau Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (26/7/2019) malam.

Baca juga: Viral Video Letusan Gunung di Medsos, BPBD Pastikan Benar Erupsi Tangkuban Parahu

Menurut Nia, meski tingkat erupsinya cenderung kecil, Gunung Tangkuban Parahu tetap memiliki potensi bahaya lantaran erupsi tak diawali dengan gejala vulkanik.

"Sebelum ada kegempaan seismograf kami lurus, tapi memang potensi bahaya dari Gunung Tangkuban Parahu ini dia punya potensi terjadi erupsi freatik hujan abu di sekitar kawah tanpa ada gejala vulkanik yang jelas. Jadi bisa saja misalnya tak ada gempa tapi terjadi erupsi," paparnya.

Karena itu, sambung Nia, pihaknya terus melakukan pemantauan penuh selama 24 jam dengan bantuan alat pemantau kegempaan dan deteksi gas. PVMBG juga telah memasang kamera pengawas di sekitar kawah.

"Gunung Tangkuban kami pantau 24 jam. Kami sudah pasang peralatan pemantau kegempaan deformasi dan deteksi gas tujuannya untuk mengetahui adanya gejala peningkatan," jelasnya.

Baca juga: Cerita Pedagang Saat Gunung Tangkuban Parahu Erupsi: Gelap Gulita Akibat Abu Pekat, Kami Berlarian...

Letusan freatik

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan menjelaskan, tipikal erupsi Gunung Tangkuban Parahu adalah freatik berupa semburan lumpur dingin warna hitam dari Kawah Ratu.

Sebelumnya, hal serupa terjadi pada Oktober 2013 dengan landaan erupsi hanya di dalam lubang kawah.

Sejak tahun 2017, 2018, 2019 pada bulan Juni-Juli terpantau gempa uap air atau asap yang diduga disebabkan berkurangnya air tanah akibat perubahan musim. Sehingga air tanah yang ada mudah terpanaskan dan sifatnya erupsi pendek.

Baca juga: Pengelola: Tak Ada Instansi yang Berhak Menutup Tangkuban Parahu

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.