NEWS
Salin Artikel

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu di Jumat Sore Lebih Besar Dibanding Letusan 2013

Kepala Sub bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan, erupsi kali ini lebih besar dari tahun 2013.

"Tipe erupsinya sama freatik. Tapi mungkin tadi ketinggian yang ini lebih besar kalau yang 2013 lebih singkat dan warnanya tidak kelabu dan bergumpal seperti itu. Dan waktu itu hanya hujan abu tipis serta terjadi tengah malam jadi tidak ada kepanikan," ujar Nia saat ditemui di pos pantau Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (26/7/2019) malam.

Menurut Nia, meski tingkat erupsinya cenderung kecil, Gunung Tangkuban Parahu tetap memiliki potensi bahaya lantaran erupsi tak diawali dengan gejala vulkanik.

"Sebelum ada kegempaan seismograf kami lurus, tapi memang potensi bahaya dari Gunung Tangkuban Parahu ini dia punya potensi terjadi erupsi freatik hujan abu di sekitar kawah tanpa ada gejala vulkanik yang jelas. Jadi bisa saja misalnya tak ada gempa tapi terjadi erupsi," paparnya.

Karena itu, sambung Nia, pihaknya terus melakukan pemantauan penuh selama 24 jam dengan bantuan alat pemantau kegempaan dan deteksi gas. PVMBG juga telah memasang kamera pengawas di sekitar kawah.

"Gunung Tangkuban kami pantau 24 jam. Kami sudah pasang peralatan pemantau kegempaan deformasi dan deteksi gas tujuannya untuk mengetahui adanya gejala peningkatan," jelasnya.

Letusan freatik

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan menjelaskan, tipikal erupsi Gunung Tangkuban Parahu adalah freatik berupa semburan lumpur dingin warna hitam dari Kawah Ratu.

Sebelumnya, hal serupa terjadi pada Oktober 2013 dengan landaan erupsi hanya di dalam lubang kawah.

Sejak tahun 2017, 2018, 2019 pada bulan Juni-Juli terpantau gempa uap air atau asap yang diduga disebabkan berkurangnya air tanah akibat perubahan musim. Sehingga air tanah yang ada mudah terpanaskan dan sifatnya erupsi pendek.

"Oleh karenanya sejak 10 hari yang lalu PVMBG melalui pos menyampaikan peringatan, kepada pengelola kawasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kemungkinan erupsi seperti Oktober 2013, dan diikuti surat peringatan kemungkinan bisa erupsi tiba-tiba," tuturnya.

Hendra menuturkan, erupsi susulan dapat saja terjadi dengan potensi landaan masih disekitar dasar kawah.

Karena dasar dari peningkatan status adalah tingkat ancaman, dan saat ini tingkat ancaman masih di dalam kawah, sehingga belum perlu naik status.

"Kecuali ke depannya ada potensi radius landaan yang membesar," jelasnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/26/20412511/erupsi-gunung-tangkuban-parahu-di-jumat-sore-lebih-besar-dibanding-letusan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.