Cerita Pemadaman Karhutla Riau: Gambut Sedalam 2 Meter, Kabut Asap Pekat, hingga Sulitnya Akses Air

Kompas.com - 26/07/2019, 17:30 WIB
Petugas Manggala Agni memadamkan api kebakaran lahan di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (25/7/2019). IDONPetugas Manggala Agni memadamkan api kebakaran lahan di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (25/7/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, belum bisa diatasi. 

Salah satu kendala petugas pemadam, yakni kabut asap pekat di lokasi kebakaran.

Upaya pemadaman api dilakukan tim Manggala Agni Daops Siak, TNI, Polri dan masyarakat peduli api (MPA).

"Kita memasuki hari keenam pemadaman karhutla di Desa Sri Gemilang," sebut Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan Abdillah saat dihubungi Kompas.com via seluler, Jumat (26/7/2019).

Selain pemadam oleh tim darat, kata dia, juga dibantu tim Satgas Udara dengan mengerahkan satu unit heli water bombing jenis MI8 BNPB.

Baca juga: Karhutla Riau Bakar 20 Hektar Lahan Sawit, Api Sulit Dipadamkan Karena Minim Sumber Air

Kondisi kebakaran hingga saat ini masih cukup parah. Sebab, lahan yang terbakar tanah gambut yang membuat kabut asap pekat di lokasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedalaman gambut mencapai satu hingga dua meter. Kabut asap cukup pekat, yang juga menjadi kendala kita di lapangan," kata Ihsan.

Meski demikian, sambung dia, pemadam akan terus dilakukan agar asap kebakaran tidak berdampak ke permukiman warga.

Kendala lain yang dihadapu petugas, yakni sumber air terbatas, sehingga petugas seringkali berpindah-pindah untuk mencari stok air.

Baca juga: Suka Duka Pemadam Karhutla, Memanjat Pohon hingga Bermalam di Hutan

Sementara itu, Ihsan menyebutkan, lokasi kebakaran ini terdapat di areal lahan perusahaan PT Wahana Subur Sawit Indah dan PT Gelora Sawit Makmur.

Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (20/7/2019) lalu, setidaknya menghanguskan lahan sekitar 20 hektar.

"Untuk mengantisipasi meluasnya api, kita sudah melakukan penyekatan. Kanal-kanal juga kita blok untuk stok air," sebut Ihsan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X