Kompas.com - 24/07/2019, 09:35 WIB
Inilah empat pemuda asal Kabupaten Wonogiri yang nekat berjalan kaki dari Wonogiri-Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia literasi anak. Dokumentasi WAHYUDIInilah empat pemuda asal Kabupaten Wonogiri yang nekat berjalan kaki dari Wonogiri-Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia literasi anak.

WONOGIRI, KOMPAS.com — Empat pemuda pegiat literasi asal Kabupaten Wonogiri nekat berjalan kaki dari Kota Wonogiri menuju Jakarta sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia literasi anak.

Empat pemuda itu prihatin, minat baca anak yang tinggi tetapi akses literasinya susah. 

Empat pemuda yakni Wahyudi, Pancoko, Triyono dan Agus Mursidi akan menempuh jarak 578 kilometer dengan berjalan kaki dari Kota Wonogiri sejak kemarin,  Selasa (23/7/2019) bertepatan Hari Anak Nasional.

Targetnya empat pemuda pegiat literasi, taman baca dan pustaka bergerak itu akan tiba di Jakarta tepatnya di Monumen Nasional (Monas) pada 17 Agustus 2019 mendatang. 

Rute yang  diambil melalui jalur utara. Tak sekedar berjalan kaki, di setiap 30 kilometer, 4 pemuda itu akan berhenti di taman baca di kota tersebut untuk melakukan kegiatan literasi. Kegiatan seperti diskusi, mendongeng dan kegiatan literasi lainnya. 

Baca juga: Gantikan Amien Rais Jalan Kaki Yogya-Jakarta, Lilik Hanya Bawa Dua Kaos

Setibanya di Jakarta, empat pemuda itu terlebih dahulu akan bertemu dengan pegiat literasi di Jakarta. Selanjutnya mereka akan menemui Presiden Jokowi

Kepada Kompas.com, Wahyudi yang dihubungi menyatakan aksi jalan kaki Wonogiri-Jakarta sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia literasi anak. Pasalnya, saat ini minat baca anak besar namun tidak tidak diikuti dengan kemudahan akses literasi.

"Minat baca anak terhadap buku besar. Hanya saja akses bacanya yang tidak ada," kata Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, anak-anak sekarang lebih dekat ke ponsel. Tetapi hal itu bisa diatasi kalau orang tua juga memberikan teladan menggunakan ponsel di saat-saat perlu saja. 

Wahyudi mengatakan, dua tahun lalu, ia bersama puluhan pegiat literasi se Indonesia diundang ke Istana Presiden RI. Dari pertemuan itu, pegiat literasi meminta pemerintah membuat kebijakan free cargo literasi.

Baca juga: PAN DIY: Amien Rais Tak Pernah Nazar Jalan Kaki dari Yogya ke Jakarta

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.