Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Kompas.com - 19/07/2019, 21:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap menerbitkan obligasi daerah dan tengah dalam diskusi dengan OJK serta Gubernur Jawa Tengah dalam acara sosialisasi Rindekraf di Jakarta, Senin (15/7/2019). FIKA NURUL ULYAGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap menerbitkan obligasi daerah dan tengah dalam diskusi dengan OJK serta Gubernur Jawa Tengah dalam acara sosialisasi Rindekraf di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Lili juga minta agar Pemprov Jabar memberi perhatian lebih. Saat ini bantuan SMK dari provinsi hanya Rp 600.000 per murid dalam satu tahun. Berbeda dengan Jakarta yang saat ini bantuannya mencapai Rp 600.000 per bulan untuk setiap muridnya.

Dengan peningkatan bantuan itu, Lili menilai akan ada pemerataan standar SMK. Tetapi juga disertai dengan verifikasi yang tegas dan jelas oleh pemerintah provinsi.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebutkan, SMK sangat dibutuhkan untuk kebutuhan angkatan siap kerja. Ini karena mereka sudah mempunyai kompetensi yang siap.

Menurutnya, pembubaran SMK yang dimaksud Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pastilah bukan sekolah yang berada di wilayah industri.

Gubernur pastinya, memiliki indikator tersendiri perihal pembubaran SMK yang dianggap kurang menciptakan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan.

"Kalau di Karawang justru SMK ini sebagai penyumbang tenaga kerja untuk perusahaan-perusahaan di kita," kata Cellica, Kamis (18/7/2019).

Meski begitu, Cellica mengakui banyak kurikulum pendidikan di SMK Karawang belum menyesuaikan dengan kebutuhan peluang kerja.

Cellica mengaku telah memerintahkan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang untuk melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan, guna menemukan konsep kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kerja.

"Saya ingin kebutuhan perusahaan dengan keluaran dengan SMK ini sesuai. Bagaimana kurikulum ini harus disesuaikan dengan kebutuhan," katanya.

Menurut Cellica, penyesuaian kurikulum SMK dengan kebutuhan peluang kerja  itu bisa dilakukan, misalnya kelas 1 didisi dengan teori. Kemudian kelas 2 diisi dengan praktik 50 persen dan teori 50 persen. Sementara untuk kelas 3 diisi dengan praktik 100 persen langsung di perusahaan.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) bakal mengevaluasi sistem pendidikan SMK. Bahkan bukan tidak mungkin, SMK yang tidak produktif mencetak lulusan siap bekerja, akan dibubarkan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tersangka Pabrik Narkoba di Tasikmalaya Dituntut Hukuman Mati

5 Tersangka Pabrik Narkoba di Tasikmalaya Dituntut Hukuman Mati

Regional
Warga Sleman Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir 3 Hari di Pinggir Jalan

Warga Sleman Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir 3 Hari di Pinggir Jalan

Regional
Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Regional
Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Regional
Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Regional
Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Regional
'Selfie' di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

"Selfie" di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

Regional
Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Regional
Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Regional
Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Regional
Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Regional
Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Regional
Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Regional
Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Regional
Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X