Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kompas.com - 19/07/2019, 20:21 WIB
Warga Kecamatan Cisarua, Puncak Bogor, Essy Jumasih (55) menyiapkan jahe untuk menjaga kekebalan tubuh karena suhu dingin di Cisarua, Jumat (19/7/2019) Afdhalul IkhsanWarga Kecamatan Cisarua, Puncak Bogor, Essy Jumasih (55) menyiapkan jahe untuk menjaga kekebalan tubuh karena suhu dingin di Cisarua, Jumat (19/7/2019)

Sebagai antisipasinya, dia selalu menggunakan jaket lebih tebal pada saat bekerja.

"Iya itu benar, dinginnya memang beda bulan ini apalagi saya yang jaga villa selalu di pinggir jalan, benar-benar merasakan," ujarnya.

Baca juga: Suhu Ekstrem Dingin dan Panas Rusak Tanaman di Bandung, Petani Terancam Merugi

Ia pun mengimbau bagi masyarakat yang hendak berlibur ke Puncak Bogor untuk mempersiapkan jaket yang lebih tebal.

"Saya aja pakai jaket tebal nih, iya sarannya sih kalau ada yang mau wisata bawa-bawa jaket tebal aja," ungkapnya.

Warga lainnya, Irfan (23) juga mengeluhkan cuaca dingin belakangan ini.

Keluhan itu karena berkurangnya penjualan sayuran yang kabarnya tanaman pertanian di Cisarua banyak yang terserang hama.

"Semua pedagang pada nanyain ngeluh ditambah lagi kerabat saya yang petani mengaku sayurannya terkena hama karena suhu dingin ini," ungkapnya.

Selain itu kata dia, penjualan minuman dingin berkurang karena warga lebih memilih minuman hangat, kemudian dampaknya tubuh semakin malas untuk bangun di pagi hari.

"Iya kan sayuran itu untuk jualan makanan kemudian juga minuman dingin enggak laku lebih banyak nyariin yang panas-panas. Terus kalau tidur nyenyak banget malas bangun jadinya," ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Garut Menuju Zona Kuning

Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Garut Menuju Zona Kuning

Regional
Pria Bakar 3 Mobil Tetangga di Tempat Parkir, Mengaku Sakit Hati ke Para Pemiliknya

Pria Bakar 3 Mobil Tetangga di Tempat Parkir, Mengaku Sakit Hati ke Para Pemiliknya

Regional
4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

Regional
Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Regional
Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Regional
DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

Regional
Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Regional
Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X