Suhu Ekstrem Dingin dan Panas Rusak Tanaman di Bandung, Petani Terancam Merugi

Kompas.com - 19/07/2019, 17:00 WIB
Warga mengamati fenomena lapisan embun es (beku) yang menyelimuti daun teh di Kebun Teh, Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019). Fenomena embun es tersebut telah terjadi sejak beberapa waktu lalu di sejumlah kawasan di Kertasari akibat kondisi suhu yang mencapai 8 hingga 3 derajat celsius saat musim kemarau.ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI Warga mengamati fenomena lapisan embun es (beku) yang menyelimuti daun teh di Kebun Teh, Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/7/2019). Fenomena embun es tersebut telah terjadi sejak beberapa waktu lalu di sejumlah kawasan di Kertasari akibat kondisi suhu yang mencapai 8 hingga 3 derajat celsius saat musim kemarau.

KOMPAS.com - Dua suhu ekstrem yang kontras melanda wilayah Bandung, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir ini. 

Di Pengalengan, petani kopi terancam gagal panen akibat suhu dingin ekstrem. Sementara, di Ciwaruga, ribuan tanaman sayuran mati akibat tersengat suhu panas yang ekstrem.

Suhu dingin ekstrem memunculkan embun es dan membuat pertumbuhan tanaman kopi terhambat, khususnya bibit kopi.


Menurut Supriatna Dinuri, salah satu petani kopi, pucuk-pucuk kopi muda berubah menghitam seperti terbakar.

"Khusus untuk tanaman kopi itu menyebabkan pucuk-pucuk kopi khususnya pucuk kopi muda di daerah-daerah yang terbuka, kena dan dampaknya pucuk itu hitam seperti terbakar. Dampaknya ya pertumbuhan terhambat, jadi kondisi tanaman itu seperti bonsai," katanya, seperti dilansir dari BBC News Indonesia, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Suhu Dingin di Bandung 15,4 Derajat, di Lembang 13 Derajat, Ini Penjelasan BMKG

Supriatna menjelaskan, situasi tersebut memang tidak mengancam panennya tahun ini. Namun, jika situasi suhu dingin di Bandung itu terus berlanjut hingga September tahun 2020, maka proses pembungaan bibit kopi akan gagal. Petani pun terancam gagal panen. 

Sementara itu, situasi berbeda dialami oleh Asep Sutarta, salah petani sayuran di Desa Ciwaruga, Bandung Barat, yang berjarak 60 kilometer dari Pengalengan.

Sebanyak 15.000 hingga 20.000t tanaman sayuran miliknya mati setelah diterjang suhu panas ekstrem akhir-akhir ini. 

"Kalau siang panasnya terlalu menyengat, otomatis kalau disiram langsung kering. Banyak yang mati," katanya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X