Total Ada 5 Makam Kuno Bernisan Batu Karang Ditemukan di Kendal

Kompas.com - 19/07/2019, 18:15 WIB
Warga saat berdoa di makam tua yang ditemukan oleh warga. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN SLAMET PRIYATINWarga saat berdoa di makam tua yang ditemukan oleh warga. KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN

KENDAL, KOMPAS.com - Warga Kendal, Jawa Tengah menemukan makam kuno bernisan batu karang di RT 05/ RW 01 Kumpulrejo, Patebon. Namun, penemuan makam kuno tersebut ternyata bukan yang pertama kalinya.

Sebelumnya, di sekitar lokasi penemuan makam tersebut, sudah ada 4 makam kuno yang ditemukan.  Jaraknya dari makam yang baru ditemukan itu sekitar 50 sampai 100 meter.

Keempat makam tua itu, adalah makam Mbah Wali Khazan Abu Hamid yang diyakini sebagai penyebar agama Islam di Kendal. Kemudian, makam ibu Hajah Fatimah (istri Mbah Wali Khazan).

Kemudian salah satu murid Mbah Wali Khazan, yaitu Mbah Abdurahman, dan satu makam lagi belum diketahui empunya.


“Mbah wali Khazan ditemukannya puluhan tahun lalu,” kata Turyadi salah satu perangkat desa Kumpulrejo, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Gali Parit di Kebun Pisang, Pria ini Temukan Batu Karang yang Diduga Makam Kuno

Turyadi mengatakan, untuk tiga makam, yaitu makam Mbah Hajah Fatimah, Mbah Abdurahman, dan makam yang belum diketahui namanya, ditemukan tahun 90-an.  Sedangkan, makam Mbah Wali Khazan, ditemukan lebih lama dari tiga makam itu.

Nisan keempat makam itu semuanya terbuat dari batu karang. Hal tersebut dimungkinkan, karena desa Kumpulrejo adalah salah satu desa yang terletak di pantai.

Turyadi mengatakan, untuk makam Mbah Wali Khazan, terletak di perbatasan desa Kumpulrejo dan Magersari. Kepala Desa Magersari selalu memperingati makam tersebut setiap tahun pada hari kematian Mbah Khazan.

Sementara itu, Kepala Desa Magersari Patebon Muhyiddin mengatakan, Mbah Wali Khazan adalah salah satu penyebar agama Islam di Kendal. Ia adalah cikal bakal adanya desa Magersari dan sekitarnya. 

“Kami selalu mengadakan kaul setiap tahunnya,” kata Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan, dirinya masih menelusuri sejarah desanya. Sebab, dari beberapa sumber, Desa Magersari adalah desa tertua di Patebon.

Baca juga: Warga Beramai-ramai ke Makam Kuno yang Baru Ditemukan, Ini Alasannya

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X