Dibesuk Ibunya, Penganiaya Siswa SMA Taruna Minta Dibawakan Al-Quran

Kompas.com - 18/07/2019, 19:12 WIB
Romdania (44) ibunda Obby Frisman Arkataku (24) usai membesuk anaknya di Polresta Palembang, Kamis (18/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Romdania (44) ibunda Obby Frisman Arkataku (24) usai membesuk anaknya di Polresta Palembang, Kamis (18/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Romdania (44) mendatangi Polresta Palembang untuk membesuk putranya, Obby Frisman Arkataku (24), yang ditahan oleh polisi lantaran menjadi pelaku tunggal atas kasus penganiayaan yang menyebabkan DBJ (14), siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia tewas.

Dengan mata sembab, Romdania begitu tabah untuk tetap memberikan dukungan kepada Obby agar bisa menjalani proses hukum hingga tuntas.

"Obby kurang tidur, tapi kondisinya sehat," kata Romdania, usai membesuk Obby, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: KPAI Terkejut Biaya Masuk SMA Taruna Capai Rp 22 Juta


Sebelum datang ke Polresta Palembang, Romdania menyiapkan satu Al-Quran untuk dibawakan kepada Obby. Sebab, sejak ditahan polisi, Obby selalu ingin mendekatkan diri kepada tuhan.

"Cuma pesan minta bawakan Al-Quran saja tadi, jadi dibawakan. Saya pesan ke Obby jangan lupa ibadah, jangan tinggalkan shalat," ujarnya.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Romdania berkeyakinan bahwa putra tunggalnya itu tak ada niatan untuk melakukan penganiayaan kepada DBJ ketika kegiatan orientasi berlangsung.

Bahkan, menurut Romdania, Obby berupaya memberikan pertolongan kepada DBJ saat korban mengeluhkan sakit.

"Tak ada niatan anak saya untuk membunuh korban. Anak saya sempat menolong korban tersebut," ujarnya.

Baca juga: Pembina Sekolah SMA Taruna Tak Miliki Kompetensi sebagai Pelatih Fisik

Bekerja sebagai pembina di SMA Taruna baru ditekuni Obby sepekan sebelum kejadian. Lowongan pekerjaan itu didapatkan pelaku dari dosen tempat Obby Kuliah.

"Sempat beberapa kali melamar pekerjaan di tempat lain, tapi diterima di situ. Lowongan itupun didapatkan dari dosen kampusnya dulu. Saya tidak menyangka jika anak saya malah terkena kasus seperti ini," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Obby adalah pelaku tunggal atas peristiwa orientasi siswa di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia yang merenggut nyawa DBJ (14).

Penetapan tersangka setelah sebelumnya pihak kepolisian memeriksa Obby sebagai saksi. Hasil dari rekonstruksi, terlihat Obby sempat memukul korban menggunakan satu batang bambu di kepala bagian kanan.

Pukulan itu dilakukan Obby dikarenakan DBJ tak menjalan instruksi pelaku sebagai pembina. Tak hanya itu, DBJ juga terpelanting hingga kepalanya terbentur aspal usai ditarik dari belakang oleh Obby saat sedang merayap.

Selain DBJ, seorang siswa lain inisial WJ (14) juga menjadi korban kekerasan saat orientasi. Kondisi WJ pun saat ini masih tak sadarkan diri karena mengalami usus yang terlilit hingga harus dioperasi.



komentar di artikel lainnya
Close Ads X