Penipuan Investasi Jamu Herbal di Klaten Rugikan Ribuan Korban, Total Rp 17 M

Kompas.com - 16/07/2019, 05:08 WIB
Korban dugaan penipuan investasi jamu herbal PT Krisna Alam Sejahtera menunjukkan kuitansi pembayaran syarat kemitraan di perusahaan tersebut, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKorban dugaan penipuan investasi jamu herbal PT Krisna Alam Sejahtera menunjukkan kuitansi pembayaran syarat kemitraan di perusahaan tersebut, Senin (15/7/2019).

KLATEN, KOMPAS.com - Polres Klaten tengah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku dugaan penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi jamu herbal yang dilakukan oleh pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera, AF.

AF diduga melarikan uang yang diivestasikan para korban sebagai syarat kemitraan di perusahaan yang bergerak di bidang distributor jamu herbal tersebut.

"Tim sudah bekerja. Fokus utama kita sesegera mungkin melakukan penangkapan terhadap saudara AF yang menjadi pemimpin dari PT Krisna Alam Sejahtera," kata Kapolres Klaten Aries Andi di Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Warga Klaten Laporkan Penipuan Investasi Jamu Herbal yang Rugikan Miliaran Rupiah

Aries meminta kepada masyarakat yang menjadi korban dugaan penipuan investasi jamu herbal untuk menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Artinya, tidak usah melaksanakan kegiatan-kegiatan lain, percayakan penanganan kepada Polri untuk mengungkap kasus ini," terang Aries.

Menurut Aries, ada tiga orang korban yang melaporkan kasus dugaan penipuan investasi jamu herbal. Laporan itu jelas Aries telah mewakili terhadap korban penipuan lainnya.

Aries mengungkapkan, jumlah kerugian dugaan penipuan investasi jamu herbal cukup banyak. Diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.

"Karena paket yang ditawarkan juga cukup besar. Ada tiga paket yang ditawarkan pelaku kepada para korban," jelasnya.

Baca juga: 100 Korban Penipuan Bermodus Poin Travel Online Melapor ke OJK Kalbar

Ketiga pekat yang ditawarkan tersebut terdiri dari paket A Rp 8 juta dengan keuntungan Rp 1 juta per minggu, paket B Rp 16 juta keuntungan Rp 2 juta per minggu, dan paket C Rp 24 juta dengan keuntungan Rp 3 juta per minggu.

Salah seorang korban, Suparmi (45) mengatakan ikut mendaftar sebagai mitra kerja di PT Krisna Alam Sejahtera pada 27 Juni 2019. Dia tertarik ikut bergabung dengan harapan menerima keuntungan yang besar.

"Melihat teman-teman saya yang ikut duluan uang kembali saya ikutan daftar. Saya ambil paket A Rp 8 juta," kata dia.

Setelah melalukan pendaftaran, dirinya kemudian mengikuti pelatihan (training) tentang bagaimana cara mengolah dan mengeringkan jamu herbal yang diselenggarakan pihak perusahaan.

"Sampai sekarang saya belum terima keuntungan itu. Tahu-tahu saya dapat kabar kalau perusahaannya tutup," ungkap Suparmi.

Suparmi mengatakan tidak hanya dirinya yang menjadi korban dugaan penipuan investasi jamu herbal. Masih banyak korban lainnya yang juga tertipu dengan investasi itu.

"Kalau ribuan ada korbannya. Saya saja dapat nomor pendaftaran 1.511," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

11 Tenaga Medis dan 2 Anggota Satpol PP di Banyumas Positif Corona

Regional
Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Regional
Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Regional
Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Regional
Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Regional
1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

Regional
Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Regional
Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Regional
Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

Regional
Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Regional
Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Regional
Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Regional
Cerita Polisi Bongkar Ladang Ganja 1 Hektar, Seminggu di Hutan hingga Alami Sakit

Cerita Polisi Bongkar Ladang Ganja 1 Hektar, Seminggu di Hutan hingga Alami Sakit

Regional
Detik-detik Terduga Teroris Ditembak, Sempat Sembunyi di Belakang Penjual Es

Detik-detik Terduga Teroris Ditembak, Sempat Sembunyi di Belakang Penjual Es

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X