Dedi Mulyadi Dukung Rencana Jokowi Efisiensi Belanja yang Tak Menyentuh Masyarakat

Kompas.com - 15/07/2019, 14:12 WIB
Ketua TKD Jawa Barat Dedi Mulyadi di tengah acara khitanan massal merayakan pertemuan Jokowi-Prabowo, Sabtu (13/7/2019).KOMPAS.com/ HANDOUT Ketua TKD Jawa Barat Dedi Mulyadi di tengah acara khitanan massal merayakan pertemuan Jokowi-Prabowo, Sabtu (13/7/2019).

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari tiga fokus sorotan Presiden RI terpilih Jokowi pada pidato kemenangan di Jakarta, Minggu (14/7/2019) malam.

Yakni soal penghapusan lembaga yang tidak penting, kinerja aparat sipil negara (ASN) dan pengelolaan anggaran.

Dedi menjelaskan, problem pengelolaan anggaran di Indonesia dari pusat maupun daerah adalah sama, yakni berawal dari kelembagaan.


Menurutnya, kelembagaan di Indonesia, terutama dalam penempatan pejabat atau ASN, sering kali dilakukan dalam dua hal berpikir. Satu kebutuhan politik dan kedua yang bersifat regulatif.

Kebutuhan politik, yaitu untuk menampung kepentingan partai politik agar ada penempatan kader-kadernya pada lembaga pemerintah.

Pola berpikir semacam ini sering kali melahirkan postur kelembagaan yang gemuk. Postur kelembagaan gemuk memiliki fungsi minim.

Baca juga: Visi Indonesia, Kata Per Kata Pidato Jokowi

Sementara pada kelembagaan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) juga sama, kebutuhannya bersifat regulatif, hanya untuk menampung jumlah pegawai agar punya jabatan.

Pemerintah kabupaten dan kota sering kali menjumpai banyak pejabat di kelembagaan yang mempunya kinerja buruk dan nakal. Namun kepala daerah bingung harus menempatkan orang itu di mana.

Akhirnya, pejabat itu diputar-putar dari lembaga satu ke lembaga lain. Kepala daerah tak berani melakukan non job karena kalau itu dilakukan maka akan berujung pada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Akibat dari penempatan pejabat yang tak efektif itu, tingkat penyerapan anggaran rutin pegawai sangat tinggi. Sebab, di dalam APBD terdapat pula komponen tunjangan kierja yang tinggi.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X