Rampas Kunci Truk yang Merusak Jalan, Gajah Ditangkap Polisi

Kompas.com - 15/07/2019, 10:10 WIB
Polisi mengepung rumah mantan kades di Lampung Utara untuk membebaskan sopir dan kernet serta truk yang disandera, Sabtu (6/7/2019). TRIBUN LAMPUNG/ANUNG BAYUARDIPolisi mengepung rumah mantan kades di Lampung Utara untuk membebaskan sopir dan kernet serta truk yang disandera, Sabtu (6/7/2019).

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Pria berinisial ZA alias Gajah, mantan kepala Desa Hanakau Jaya, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, ditangkap polisi Lampung Utara gara-gara merampas kunci truk yang kerap melewati jalan kampung.

Gajah juga dituding menyandera sopir dan kernet truk tersebut.

Pelaku kesal jalan di kampungnya rusak karena sering dilewati truk bermuatan barang yang melebihi kapasitas.

Fuso warna merah dengan nomor polisi BE 8242 CI bermuatan besi dari Bandar Lampung menuju Kabupaten Way Kanan ini akhirnya tidak bisa beroperasi.

Sopir dan kernet truk selama dua hari tidak mendapat kunci kendaraannya. Gajah membiarkan keduanya di pelataran.

Kepolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono membenarkan adanya penangkapan pria yang juga tokoh adat itu.

"Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat. Benar ada penyanderaan terhadap dua orang dan kami menemukan barang buktinya," kata Budiman Sulaksono.

Baca juga: Mantan Kades Nekat Sandera Sopir dan Kernet Truk gara-gara Jalan Rusak hingga Minta Uang Tebusan

Namun demikian, Budiman enggan menjelaskan sumber warga yang memberikan laporan tersebut.

"Siapa ibu yang mau melihat anggota keluarganya diperlakukan seperti itu?" tanya Budiman kembali.

Beredar informasi bahwa sopir truk diminta uang tebusan Rp 10 juta oleh Gajah. Soal kabar itu, Budiman akan menyelidikinya. "Akan saya cek dulu," kata dia.

Gajah akan diancap pasal 333 dan 335 tentang merampas hak kemerdekaan seseorang dan pemerasan.

Bantah penyanderaan

Penangkapan terhadap Gajah dan pemberitannya mendapat reaksi dari keluarga. Adi Sanjaya, anak Gajah, menyampaikan bahwa media hanya berpihak pada perusahaan.


Pihaknya merasa dipersulit untuk dapat membebaskan ayahnya. Dia juga mengatakan informasi dari sopir dan kondektur terlalu berlebihan.

"Kalau memang disandera apakah mereka disekap? Mereka bisa beli makanan sendiri. Di depan rumah Pak Gajah banyak warung kelontongan dan bahkan mereka bisa mandi di bawah tangga rumah adat Raja Way Manakau," kata Adi saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Kemudian terkait perampasan kunci, menurutnya, warga setempat sudah memberi peringatan pada sejumlah perusahan dalam bentuk surat edaran.

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Gorontalo Lepas Buaya Sepanjang 1,7 Meter

Kata Adi, semua sopir mengetahui, kendaraan yang melebihi tonase tidak boleh melintas di jalan desa itu.

Selama setahun terakhir jalan kampung rusak parah da tidak ada yang bertanggung jawab.

Adi menyayangkan aparat kepolisian memperlakukan ayahnya, Gajah, layaknya seorang penjahat atau teroris.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Driver Ojol di Pekanbaru Ditendang hingga Terjungkal, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Detik-detik Driver Ojol di Pekanbaru Ditendang hingga Terjungkal, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Regional
Viral, Video Tumpukan Skripsi Dibuang dari Jendela, Pihak Kampus Minta Maaf

Viral, Video Tumpukan Skripsi Dibuang dari Jendela, Pihak Kampus Minta Maaf

Regional
Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Regional
Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Regional
Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Regional
Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Regional
Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Regional
Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Regional
Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Regional
Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Regional
Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Regional
Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X