Mantan Kades Nekat Sandera Sopir dan Kernet Truk gara-gara Jalan Rusak hingga Minta Uang Tebusan

Kompas.com - 09/07/2019, 11:30 WIB
Polisi mengepung rumah mantan kades di Lampung Utara untuk membebaskan sopir dan kernet serta truk yang disandera, Sabtu (6/7/2019). TRIBUN LAMPUNG/ANUNG BAYUARDIPolisi mengepung rumah mantan kades di Lampung Utara untuk membebaskan sopir dan kernet serta truk yang disandera, Sabtu (6/7/2019).

KOMPAS.com — ZA alias Gajah, mantan kepala desa di Lampung Utara, nekat menyandera sopir dan kernet truk fuso di Lampung dan meminta uang tebusan sebesar Rp 10 juta.

Akibatnya, puluhan polisi dan Brimob dengan bersenjata lengkap mendatangi dan mengepung rumah ZA di Nakau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara, Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah berhasil diamankan, ZA mengaku kesal dengan sejumlah kendaraan yang diduga melebihi tonase telah merusak jalan di desanya.


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi ZA sandera sopir dan kernet truk

Ilustrasi penyanderaan.THINKSTOCK Ilustrasi penyanderaan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP M Hendrik Aprilianto menjelaskan, penyanderaan berawal pada Kamis, 4 Juli 2019, sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu sopir bernama M Yunus (29) dan kernet Unyil, keduanya warga Teluk Ambon, Bandar Lampung, diperintahkan PT PBT memuat besi untuk dibawa ke PT PSMI Way Kanan dari arah Panjang, Bandar Lampung.

Kedua orang tersebut segera membawa besi dengan truk Fuso warna merah nopol BE 8242 CI dari arah Panjang, Bandar, Lampung, menuju Way Kanan.

Namun, keesokan harinya, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 04.00 WIB, tepatnya di Jalan Pakuan Ratu, Desa Hanakau Jaya, Sungkai Utara, ZA menyetop mobil korban.

Saat diminta berhenti, kendaraan pun mengurangi lajunya. Namun, tiba-tiba Gajah menarik pintu sebelah kanan di samping sopir.

Gajah lalu naik ke dalam truk sambil berkata, "Berhenti kamu, melawan kamu".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X