Bakar Lahan untuk Buka Kebun Cabai, Pria Ini Ditangkap Polisi

Kompas.com - 13/07/2019, 16:19 WIB
Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi (berdiri) bersama penyidik meminta keterangan pelaku karhutla, MH, yang ditangkap saat membakar lahan di Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau, Sabtu (13/7/2019). IDONKapolsek Tambang Iptu Jurfredi (berdiri) bersama penyidik meminta keterangan pelaku karhutla, MH, yang ditangkap saat membakar lahan di Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau, Sabtu (13/7/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com — Aparat kepolisian menangkap pelaku pembakar lahan atau karhutla di Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Pelaku ditangkap saat berada di lahannya yang sedang terbakar.

Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi mengatakan, tersangka pembakar lahan yang ditangkap itu berinisial MH (22), warga Desa Parit Baru.

"Tersangka ditangkap pada Rabu (11/7/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Tersangka ditangkap anggota kami di lokasi karhutla," kata Jurfredi, kepada Kompas.com, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Tersangka Mutilasi dan Bakar Korban Bohongi Polisi, Lokasi Pembunuhan Ternyata di Bandung

Dia mengungkapkan, tersangka sengaja membuka lahan seluas dua hektar dengan cara membakar menggunakan korek api. Pelaku hendak membuat kebun cabai.

"Tersangka mengaku ingin membuat kebun cabai. Awalnya membakar tumpukan semak yang tebas, lalu dibakar," ungkap dia.

Namun, lanjut Jurfredi, kebakaran meluas sehingga tidak terkendalikan. Tersangka sempat berupaya memadamkan api dengan alat semprot.

Pada saat tersangka memadamkan api bersama beberapa orang keluarganya, petugas kepolisian dan TNI datang ke lokasi langsung mengamankan tersangka.

"Api sudah membesar yang mengeluarkan asap. Karena di situ tanah gambut. Jadi, tersangka mencoba memadamkan api, tapi tidak bisa lagi," kata Jurfredi.

Melihat kebakaran yang semakin meluas, kata dia, petugas menghubungi Manggala Agni Daops Pekanbaru untuk membantu memadamkan api.

Baca juga: Bukan Asmara, Ini Motif Sesungguhnya DP Mutilasi dan Bakar Korban

"Api sudah dapat dipadamkan tim gabungan. Kalau tidak cepat kami padamkan, api akan semakin meluas," ujar dia.

Tersangka saat ini ditahan di Polsek Tambang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Jurfredi menyebutkan, tersangka dijerat Pasal 108 UU 39 Tahun 2014 tentang Perlindungan Hutan juncto Pasal 187 KUHP tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan.

"Ancamannya 15 tahun penjara dan Rp 1 miliar," kata dia.

Jurfredi mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar karena sangat berdampak terhadap lingkungan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Balita Ini Kena Tumor yang Menutup Separuh Wajah, Butuh Biaya Berobat

Regional
Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Kisah Yohana Mengajar Anak Rimba di Masa Pandemi, Tengah Malam Siswa Bangun dan Minta Belajar (1)

Regional
Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Mbah Lindu Sempat Cerita Perjalanan Berjualan Gudeg ke Cucunya

Regional
Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Tak Punya Ponsel, Siswa Miskin Tetap Belajar Tatap Muka di Zona Kuning

Regional
1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

1 Pasien Positif Corona Pergi ke Sejumlah Tempat, Gugus Tugas Diminta Bergerak Cepat

Regional
Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Pemuda ini Nekat Curi Sepeda Motor demi Biaya Menikah

Regional
Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Gowes Massal dan Dangdutan, Ganjar Geram, Kirim WhatsApp ke Bupati Brebes: Itu Berbahaya

Regional
Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan Pemilik Soal Rumah Berpindah Tempat | Awal Mula 1.280 Orang di Secapa AD Diketahui Positif Covid-19

Regional
Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Cerita Ganjar soal Hobinya Bersepeda dan Pengalamannya Pingsan Saat Menggowes

Regional
Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Di Selat Philip, Nyawa Hasan Hilang di Tangan Mandor Kapal China

Regional
Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Ditolak Bidan, Seorang Ibu Jadi Tontonan Warga Saat Melahirkan, Ini Cerita Sang Suami

Regional
Cerita Polisi Bongkar Ladang Ganja 1 Hektar, Seminggu di Hutan hingga Alami Sakit

Cerita Polisi Bongkar Ladang Ganja 1 Hektar, Seminggu di Hutan hingga Alami Sakit

Regional
Detik-detik Terduga Teroris Ditembak, Sempat Sembunyi di Belakang Penjual Es

Detik-detik Terduga Teroris Ditembak, Sempat Sembunyi di Belakang Penjual Es

Regional
BERITA FOTO: Ini Penampakan Rumah yang Dianggap Bisa Pindah Sendiri di Ngawi

BERITA FOTO: Ini Penampakan Rumah yang Dianggap Bisa Pindah Sendiri di Ngawi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X