Kasus Pernikahan Sedarah, Kemenag: Hanya Ada 7 Penghulu di Balikpapan dan Tidak Pasang Tarif

Kompas.com - 05/07/2019, 12:42 WIB
Kepala Kemenag Kota Balikpapan Hakimin TRIBUN KALTIM.co/ARIS JONIKepala Kemenag Kota Balikpapan Hakimin

KOMPAS.com - Kepala Kementerian Agama ( Kemenag) Kota Balikpapan Hakimin menegaskan bahwa tidak semua orang dapat menjadi penghulu.

Dijelaskannya, menjadi penghulu harus memahami hukum perkawinan dan di Kota Balikpapan hanya terdapat tujuh penghulu yang resmi.

"Ada tujuh penghulu yang resmi di Balikpapan. Enam di antaranya masing-masing kepala Kantor Urusan Agama ( KUA) di kecamatan, satunya penghulu dari luar KUA namun telah terverifikasi legalitasnya, dan semua statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Jadi ada tujuh saja yang resmi, selebihnya ilegal," tegasnya, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: Kemenag Balikpapan: Pernikahan Sedarah Tidak Tercatat di KUA dan Penghulu Ilegal

Sementara itu, lanjutnya. Penghulu resmi dalam menikahkan seseorang secara resmi tidak pernah memasang tarif, karena sudah ada ketentuan yang mengatur, di antaranya selama masih dalam jam kerja dan pernikahannya dilakukan di kantor, maka tidak ada tarif yang dipunggut alias gratis.

Jika dilakukan di luar kantor dan di luar jam kerja, maka pasangan hanya dikenakan biaya sekitar Rp 600 ribu.

"Tidak seperti penghulu yang nikahkan pasangan sedarah ini dengan memasang tarif Rp 2,4 juta. Tidak ada itu," ujarnya.

Baca juga: Pernikahan Sedarah Kakak dan Adik Kandung Berlangsung Siri, Ini Kata MUI

Dikatakannya, dalam proses pernikahan secara resmi telah diatur dalam Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, salah satunya minta pengantar dari RT dan kelurahan.

Bahkan, jika membayar biaya nikah yang dilakukan di luar jam kerja, maka proses pembayarannya juga dilakukan melalui bank, tidak secara tunai.

"Selama tidak mengacu pada Undang-undang tersebut, maka pernikahan tersebut tidak sah, atau ilegal," ujelasnya.

Baca juga: Kemenag Sebut Ketua RT Tidak Tahu Ada Pernikahan Sedarah

Ia menambahkan, bagi warga Kota Balikpapan yang mendapati adanya proses pernikahan secara diam-diam atau tidak resmi, maka ia meminta agar segera dilaporkan.

"Kita belum bisa menindak penghulu yang ilegal, karena selama ini belum ada laporan. Makanya kita minta kalau ada yang menemukan proses pernikahan yang dirasa tidak lazim, segera laporkan ke kita," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim dengan judul Hanya Ada 7 Penghulu di Balikpapan, Kepala Kemenag Minta Warga Lapor Jika Ada Nikah Diam-diam

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Regional
3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

Regional
2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

Regional
DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

Regional
Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Regional
Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Regional
Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Regional
Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Regional
2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X