Pencarian Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Papua Diperpanjang 3 Hari

Kompas.com - 04/07/2019, 17:51 WIB
Tim SAR Darat sedang melakukan pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019 Dok Pendam XVII CenderawasihTim SAR Darat sedang melakukan pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kodam XVII/Cenderawasih memperpanjang waktu pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019.

"Setelah kita rapat, diputuskan proses pencarian ditambah tiga hari lagi, setelah itu kita lakukan evaluasi," ujar Wakapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Siantur, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: Mengenal Heli TNI AD yang Hilang di Papua, Buatan Rusia yang Jadi Andalan

Hingga hari ke-7, ungkap Dax, Tim SAR udara dan Darat belum juga menemukan adanya tanda-tanda keberadaa helikopter tersebut.

Pesawat CN235 MPA yang rencananya didatangkan dari Kabupaten Biak Numfor, belum juga tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Padahal pesawat yang memiliki teknologi pendeteksi panas dan logam akan digunakan untuk membantu pencarian dari arah Distrik Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura.

"Kalau CN235 MPA sampai besok belum juga tiba, kita lihat kemungkinan untuk menggeser salah satu Heli Bell dari Oksibil," ujar Dax.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pencarian Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Papua Hanya Dilakukan 40 Menit

Diberitakan sebelumnya, Helikopter MI-17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/6/2019).

Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang, terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian Pos.

Helikopter tersebut tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.

Bertolak dari distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar. Pada  pukul 11.44 WIT, Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani.

Sesuai perkiraan ekstimasi waktu, seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT. Namun, belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan heli tersebut.

Selain pencarian dari Distrik Oksibil, kini Tm SAR Gabungan juga melakukan penyisiran di Distrik Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura.

Hal tersebut dilakukan karena ada informasi dari warga di dua lokasi tersebut yang mengaku sempat mendengar bunyi helikopter pada 28 Juni 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X