Cuaca Buruk, Pencarian Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Papua Hanya Dilakukan 40 Menit

Kompas.com - 03/07/2019, 14:54 WIB
Dua unit Helly Bell sedang berada di Bandara Oksibil, kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. kedua helikopter tersebut digunakan Tim SR udara untuk mencari Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019 Dok Pendam XVII CenderawasihDua unit Helly Bell sedang berada di Bandara Oksibil, kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. kedua helikopter tersebut digunakan Tim SR udara untuk mencari Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada hari ke-6 tidak berjalan maksimal karena kendala cuaca.

Dua unit Hel Bell yang berada di Oksibil hanya mengudara dengan durasi singkat dan harus kembali ke bandara karena hujan mulai turun.

"Pencarian kita lanjutkan tadi pagi mulai pukul 08.00 WIT, tapi sekitar 40 menit terbang heli harus kembali karena cuaca mulai mendung dan kabut mulai turun," ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, di Jayapura, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Begini Kondisi Ekstrem Pegunungan Bintang, Lokasi Heli TNI AD yang Hilang Kontak


Tim hingga sore masih menunggu kondisi cuaca membaik untuk melanjutkan pencarian melalui udara.

Namun, ungkap Dax, cuaca tidak berubah sehingga proses pencarian tidak dapat dilakukan.

Terkait dengan pesawat CN235 MPA yang didatangkan dari Kabupaten Biak Numfor, hingga kini belum tiba di Bandara Sentani sehingga belum mulai membantu pencarian dari Kabupaten Jayapura.

Diberitakan sebelumnya, Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang yang terdiri dari 7 crew dan 5 personel Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian pos.

Baca juga: Satelit Pantau 6 Titik Panas di Oksibil, Rute Hilangnya Heli MI-17

Helikopter tersebut, lanjut Aidi, tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab. Heli bertolak dari distrik Okbibab, kemudian penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

"Pada  pukul 11.44 WIT Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan ekstimasi waktu seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT. Namun, sampai dengan saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan heli tersebut," terang Aidi.

Selain pencarian dari Distrik Oksibil, kini tim SAR Gabungan juga melakukan penyisiran di Distrik Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura. Hal tersebut dilakukan karena ada informasi dari warga di dua lokasi tersebut yang mengaku sempat mendengar bunyi helikopter pada 28 Juni  atau saat heli hilang kontak.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X