4 Fakta Dugaan Penghinaan Jokowi di Facebook, Akun Hilang dan Pelaku Meminta Maaf

Kompas.com - 03/07/2019, 12:48 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
Editor Rachmawati

KOMPAS,com — Polisi mengamankan seorang perempuan pemilik akun Facebook Aida Konveksi karena membagikan konten dugaan menghina lambang negara di beranda media sosialnya.

Konten tersebut dibagikan pada 30 Juni 2019 oleh pemilik akun pada 30 Juni 2019. Saat ini pemilik akun tersebut diperiksa intensif oleh polisi.

Berikut fakta dari kasus penghinaan Jokowi melalui Facebook yang terjadi di Jawa Timur:

1. Bagikan dua konten penghinaan

Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/IPOPBA Ilustrasi media sosial
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan pemilik akun Facebook Aida Konveksi adalah seorang perempuan bernama Ida Fitri (44), warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Bukti yang diungkap polisi menyebut akun Facebook tersebut membagikan gambar foto mirip Jokowi seperti mumi dengan kata "The New Firaun".

Tidak hanya itu, akun yang sama juga membagikan foto gambar manusia berpakaian hakim dan berkepala anjing dengan kata-kata "iblis berwajah anjing".

Baca juga: Diduga Hina Jokowi di Facebook, Perempuan Ini Diamankan Polisi

2. Akun hilang setelah bagikan konten

Ilustrasi FacebookIst Ilustrasi Facebook
Setelah membagikan konten tersebut, Ida mengaku media sosialnya tiba-tiba hilang. Kepada polisi, Ida mengaku akunnya hilang sendiri.

Hal tersebut di jelaskan Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono.

"Pemilik akun juga mengaku dihubungi beberapa temannya setelah membagikan konten itu. Lalu tiba-tiba akunnya hilang sendiri," ujarnya.

Selain itu, pemilik akun secara kooperatif datang sendiri ke Polres Blitar Kota sebelum polisi datang menjemputnya.

Sampai sekarang, polisi masih memeriksa pemilik akun tersebut.

Baca juga: Polisi Periksa Perempuan Terduga Penyebar Foto Mumi Berwajah Presiden Jokowi

3. Ditemukan saat patroli siber

IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi
Konten yang diunggah oleh Ida diketahui saat polisi melakukan patroli siber.

Selain itu, menurut Kasat Reskrim Polres Blitar, warganet juga menandai tangkapan layar postingan akun Facebook Aida Konveksi di akun Humas Polres Blitar Kota dan Kapolres Blitar Kota.

"Kami menemukan postingan itu saat patroli siber. Lalu kami tindaklanjuti dengan mencari pemilik akun," ujar Heri.

Baca juga: Dituduh Hina Gubernur Riau, Suporter PSPS Riau Dipolisikan

4. Pemilik akun mengakui dan minta maaf

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (2/7/2019), mengatakan jika perempuan pemilik akun tersebut mengakui jika dirinya yang membagikan gambar-gambar tersebut.

"Pelaku juga sempat meminta maaf kepada polisi saat diperiksa dan berjanji akan lebih selektif membagikan konten media sosial," kata Barung.

Dia juga mengatakan penyidik Polres Blitar telah menggandeng ahli IT untuk membahas pasal-pasal yang mungkin dapat dikenakan terhadap pelaku.

KOMPAS.com ( Achmad Faizal), SURYA.co.ida (Samsul Hadi)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X