Dituduh Hina Gubernur Riau, Suporter PSPS Riau Dipolisikan

Kompas.com - 26/06/2019, 15:50 WIB
Massa pendukung klub sepakbola PSPS Riau (Curva Nord 1955 Pekanbaru dan Asykar Theking) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (24/6/2019). Unjukrasa ini merupakan buntut dari kekecewaan pendukung lantaran pemerintah Provinsi Riau dinilai tidak peduli dengan nasib PSPS Riau, serta menagih janji Gubernur Riau Syamsuar yang hendak menjembatani PSPS Riau agar bisa mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.Massa pendukung klub sepakbola PSPS Riau (Curva Nord 1955 Pekanbaru dan Asykar Theking) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (24/6/2019). Unjukrasa ini merupakan buntut dari kekecewaan pendukung lantaran pemerintah Provinsi Riau dinilai tidak peduli dengan nasib PSPS Riau, serta menagih janji Gubernur Riau Syamsuar yang hendak menjembatani PSPS Riau agar bisa mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau.

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi melaporkan suporter PSPS rke Polda Riau atas dugaan penghinaan kepada Gubernur Riau Syamsuar, Selasa (25/6/2019).

Dugaan penghinaan iu dilakukan para suporter PSPS Riau saat meneriakkan yel-yel di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Sabtu (22/6/2019).

"Iya benar, hari ini kami atas nama institusi Pemprov Riau sudah membuat laporan ke pihak kepolisian," kata Karo Hukum dan Hak Asasi Manusia Setdaprov Riau, Nelly Wardani, Selasa.

Baca juga: Pemuka Adat Marah, Yel-yel Suporter PSPS Pekanbaru Dinilai Hina Gubernur Riau

Nelly mengungkapkan, laporan tersebut disampaikan ke Polda Riau menyusul beredarnya video yang memuat aksi suporter PSPS Riau yang meneriakkan yel-yel dengan kata-kata kasar yang dialamatkan kepada Gubernur Riau Syamsuar.

Aksi tersebut terjadi saat laga antara PSPS Riau kontra PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai.

"Sesuai perintah pimpinan hari ini kita sudah membuat laporan ke Polda Riau," katanya.

Nelly mengatakan, yang menjadi objek pengaduan tindak pidana penghinaan terhadap Gubernur yaitu ucapan penghinaan yang dilakukan oleh Dolly San Dacvid sebagai perwakilan dari kelompok suporter PSPS Riau.

Baca juga: Wanita yang Diduga Hina Jokowi Mengaku Akun Facebooknya Diretas

Dalam surat laporan tersebut juga disebutkan bahwa kalimat yang tidak baik dan tidak etis tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penghinaan kepada Gubernur Riau selaku kepala daerah di Provinsi Riau.

Sebagai alat bukti, pihak Pemprov Riau juga ikut melampirkan link atau tautan video dugaan tindak pidana penghinaan kepada gubernur Riau di Youtube yang sudah tersebar di dunia maya.

"Untuk proses selanjutnya kita serahkan ke pihak kepolisian. Kami tentu berharap pengaduan ini dapat ditindaklanjuti," kata Nelly.

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul: Dianggap Hina Gubri, Suporter PSPS Dilaporkan Pemprov ke Polda

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X