7 Fakta Pemutusan Aliran Listrik untuk Lampu Jalan LRT dan 22 Venue Jakabaring hingga Atlet Gatal-gatal

Kompas.com - 03/07/2019, 12:15 WIB
Penampakan LRT Palembang saat berhenti di Stasiun Bumi Sriwijaya. Gambar diambil pada Rabu (1/8/2018) KOMPAS/PRADIPTA PANDU MUSTIKAPenampakan LRT Palembang saat berhenti di Stasiun Bumi Sriwijaya. Gambar diambil pada Rabu (1/8/2018)

KOMPAS.com - Pihak PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) memadamkan aliran listrik sebanyak 22 venue di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, karena melakukan tunggakan pembayaran yang nilainya mencapai Rp 3 miliar lebih.

Selain kompleks JSC, PLN pun telah memadamkan aliran listrik untuk penerangan jalan LRT Palembang karena menunggak selama 6 bulan.

Manajer Humas PLN WS2JB Bakri mengatakan, dari catatan mereka PT JSC selaku pengelola kompleks Jakabaring menunggak pembayaran dalam kurun waktu sejak Januari 2019 hingga sekarang.

Berikut fakta-fakta pemadaman aliran listrik penerangan jalan LRT Palembang dan 22 venue di Kompleks JSC:

1.  Kronologi pemutusan aliran listrik lampu jalan LRT

LRT PalembangKOMPAS.com/AJI YK PUTRA LRT Palembang

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang PT PLN Persero Nanang Prasetyo mengatakan, pemutusan aliran listrik untuk lampu penerangan jalan Light Rail Transit ( LRT) dilakukan sejak 26 Juni 2019.

Pemutusan itu dilakukan setelah adanya tunggakan pembayaran selama enam bulan. Nanang mengatakan, sebelum pemutusan aliran tersebut dilakukan, mereka telah berkoordinasi serta mengadakan pertemuan pada 22 April 2019, bersama pihak Wastika Karya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa PLN memberikan tenggat waktu hingga 20 Mei 2019, untuk pembayaran tunggakan listrik penerangan jalan umum LRT.

"Pada 29 Mei 2019, PLN mengirimkan surat ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Palembang perihal tagihan listrik lampu jalan LRT. PLN memberikan batas waktu sampai dengan 10 Juni 2019. Karena belum adanya penyelesaian pembayaran, maka pada 12 Juni 2019, PLN melakukan pemutusan untuk beberapa lokasi," kata Nanang, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Kronologi Pemutusan Aliran Listrik untuk Lampu Jalan di LRT Palembang

2.  Sempat dilakukan pembahasan

Ilustrasi rapat paripurna DPRKOMPAS.com/DANI PRABOWO Ilustrasi rapat paripurna DPR

Menurut Nanang, pada 13 Juni 2019, PLN kembali membahas tagihan dengan DPRKP Palembang. Namun, karena ada kegiatan hari jadi Kota Palembang, PLN akhirnya memberikan kebijakan untuk menyalakan kembali listrik lampu jalan yang diputus sementara dan memberikan toleransi pembayaran sampai 25 Juni 2019.

"Terakhir, karena masih tidak terdapat penyelesaian pembayaran tunggakan listrik, maka 26 Juni 2019, PLN melakukan pemadaman listrik lampu jalan sepanjang jalan LRT. Sampai sekarang kami masih berharap dilakukan pembayaran segera agar kembali di nyalakan," ujar Nanang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X