3 Bulan Krisis Air Bersih, Warga di Cianjur Terpaksa Manfaatkan Sungai Kotor

Kompas.com - 03/07/2019, 10:23 WIB
Warga di Desa Jayagiri, Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat memanfaatkan air selokan untuk kebutuhan MCK karena dilanda kekeringan IstimewaWarga di Desa Jayagiri, Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat memanfaatkan air selokan untuk kebutuhan MCK karena dilanda kekeringan

CIANJUR, KOMPAS.com – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebabkan warga membendung aliran Sungai Cikalapa.

Meski kondisi aliran sungai ini kotor, warga tetap menggunakannya untuk mendapatkan pasokan air guna kebutuhan rumah tangga.

Kondisi ini seperti dialami warga di dua kedusunan di Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, yaitu Kampung Pasir Manggah dan Gelar Pawitan.

“Soalnya sudah dua bulan lebih sumur kering tak ada air, dan ini satu-satunya sumber air yang tersisa di sini,” ujar Obar (50), seorang warga kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Dilanda Kekeringan dan Musibah Tanggul Jebol, Produksi Padi di Cianjur Anjlok

Selain harus berjalan jauh untuk menjangkau aliran air ini, warga juga harus ekstra hati-hati saat mengambil air di sungai itu karena mudah keruh.

Kepala Dusun Pasir Manggah, Hendarsah menuturkan, ada 1.500 kepala keluarga di empat kedusunan yang terdampak musim kemarau.

Kondisi kekeringan dan krisis air bersih ini sudah dialami warga sejak awal puasa atau hampir tiga bulan lamanya.

“Kalau tidak begini (dibendung) kita tidak punya sumber air lagi. Kalaupun ada itu di tengah hujan, jauh dari pemukiman,” sebutnya.

Menurutnya, kekeringan yang terjadi saat ini lebih parah dibandingkan dua tahun lalu saat wilayah tersebut dilanda krisis air bersih.

"Biasanya kalau kemarau dua bulan, sumur-sumur warga masih ada airnya, tapi sekarang sudah benar-benar kering, jadinya warga memanfaatkan air sungai ini,” ucapnya.

Baca juga: Kekeringan, 8 Hektare Sawah di Sumedang Terancam Gagal Panen

Pihaknya berharap pemerintah dan pihak terkait cepat tanggap dalam menyikapi kondisi tersebut. Salah satunya dengan mengirimkan tangki air.

Ini karena kondisi Sungai Cikalapa juga semakin mengering karena seringnya warga mengambil air, sementara hingga kini tidak pernah turun hujan. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X