Menambang di Hutan, Ratusan Alat Berat Perusahaan Tambang Disegel

Kompas.com - 01/07/2019, 22:30 WIB
Bareskrim polri dan polda Sultra menyegel alat berat milik perusahaan tambang nikel di Konawe karena menambang tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan (foto dokumen polda Sultra KIKI ANDI PATIBareskrim polri dan polda Sultra menyegel alat berat milik perusahaan tambang nikel di Konawe karena menambang tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan (foto dokumen polda Sultra

 

 

KENDARI, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bareskrim Polri menyegel ratusan alat berat milik perusahaan pertambangan yang berada di kawasan Mega Industri PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang berlokasi di Desa Tanggobu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. 

Penyegelan ratusan alat berat itu karena PT OSS diduga melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Tim penyidik Tidpiter Ditreskrimsus Polda Sultra bersama Tidpiter Bareskrim Mabes Polri melakukan sidak pada Jumat 28 Juni lalu, dan tim yang dipimpin wakapolda menemukan adanya kegiatan penggalian tanah uruk yang berada dalam kawasan hutan produksi, tanpa memiliki IPPKH," kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Golden Hart di Mapolda Sultra, Senin (1/7/20219).

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan segera melakukan gelar perkara. Hingga saat ini, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) telah meminta keterangan ahli dari dinas kehutanan, selanjutnya beberapa saksi lainnya.

Baca juga: Cium Bau Busuk, Warga Aceh Timur Demo Perusahaan Tambang

Atas temuan itu, lanjut Harry, PT OSS telah melanggar Pasal 158 UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba dan belum memiliki IUP.

Selain itu, PT OSS juga melanggar pasal 89 ayat (2) huruf a, b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Adapun beberapa alat berat PT OSS yang disegel, yakni 81 dump truck,
33 eksavator, dua loader, satu buldoser.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto mengatakan bahwa PT OSS merupakan kontraktor dari PT Virtue Dragon Nikel Indonesia (VDNI).

VDNI sendiri merupakan perusahaan asal Negara China yang berinvestasi triliunan rupiah di kawasan Mega Industri Konawe.

"Ya, proses sesuai ketentuanlah itu. Kita lagi teliti, itu kontraktor Virtu kan. Yang jelasnya kita tindak sesuai aturan yang berlaku," tandas Iriyanto.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga di Wilayah Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga di Wilayah Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Regional
Ribuan Lebah 'Odeng' Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Ribuan Lebah "Odeng" Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Regional
Diduga Tertidur Saat Memasak, Warga Makassar Tewas dalam Rumahnya yang Terbakar

Diduga Tertidur Saat Memasak, Warga Makassar Tewas dalam Rumahnya yang Terbakar

Regional
Hidup Seorang Diri, Guru SD di Banyuasin Tewas Ditangan Pemuda Pecandu Film Porno

Hidup Seorang Diri, Guru SD di Banyuasin Tewas Ditangan Pemuda Pecandu Film Porno

Regional
Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X