4 Fakta Pencuri Sapi, Korban Teriak Menggunakan "Speaker" Masjid hingga Pelaku Tewas Dihakimi Warga

Kompas.com - 01/07/2019, 17:01 WIB
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sapi.

KOMPAS.com – Kasus pencurian hewan ternak sapi yang terjadi di Dusun Dasan Dao, Desa Ranggeta, Lombok Tengah, pada Sabtu (29/6/2019,) membuat dua pelaku tewas dihakimi massa.

Sebelum tewas dihakimi massa, pelaku yakni S alias Jukir (30) dan M alias Gondrong (40) keduanya warga Dusun Kesempuh, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, sempat terlibat pertarungan dengan warga.

Berikut fakta-faktanya:


1.  Kronologi pencurian dua sapi

Ilustrasi pencurianKompas.com/ The Digital Way Ilustrasi pencurian

Kepala Dusun Dasan Dao, Sukriatman membenarkan kejadian tersebut. Kepada Kompas.com dia menyebutkan, kejadian terjadi pada pukul 02.00 Wita.

"Kejadian semalam itu sekitar jam 02.00 malam. Pelaku perampokan tewas setelah dikejar dan diamuk masa, jadi meninggal," ungkap Sukri menggunakan bahasa Sasak, Sabtu sore.  

Dia menyebutkan, tidak mengetaui identitas dari dua pelaku pencurian sapi. Sebab, kasus tersebut langsung ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kalau alamat perampok yang tewas, saya sendiri tidak mengetahui karena langsung dibawa pihak kepolisian," ungkap Sukri.

Baca juga: Dua Maling Sapi Tewas Diamuk Massa di Lombok Tengah

2.  Korban teriak menggunakan speaker masjid

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

Sukri mengatakan, korban pemilik sapi atas nama Kilun mempunyai puluhan ekor sapi. Pada malam kejadian, Sukri berteriak maling menggunakan pengeras suara dari masjid dan membuat masyarakat berhamburan keluar untuk mengejarnya.

"Semalam itu saya teriak perampok, menggunakan speaker masjid, warga kemudian langsung keluar banyak mengejar perampok itu," cerita dia.

Sukriatman menuturkan bahwa sebelum-sebelumnya kampung tersebut sering didatangi perampok.

"Bukan kali ini saja rampok terjadi di dusun ini, kemarin-kemarin juga sering terjadi, pemilik rumah kena kepalanya dengan parang," kata Sukriatman.

Baca juga: Sebelum Tewas Dihakimi Warga, Dua Pencuri Sapi Sempat Melawan dengan Parang

3.  Pelaku berjumlah tiga orang menyerang warga dengan parang

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang menerangkan, dua pencuri sapi sempat melakukan perlawanan kepada warga dengan menggunakan parang.

"Saat itu, para pelaku yang diperkirakan berjumlah 3 orang melakukan perlawanan terhadap warga yang melakukan pengejaran dengan cara melempar warga pakai batu dan mengayunkan senjata tajam yang dibawanya," terang Rafles, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Bulu-bulu Berserakan di Mobil, Pencurian Sapi Terbongkar

4.  Satu pelaku kabur, polisi amankan beberapa barang bukti

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

 

Rafles menerangkan, warga yang melihat pelaku melawan dengan menggunakan senjata tajam, kemudian berbalik melawan sampai sapi yang dicurinya dilepaskan.

"Warga melakukan perlawanan balik sampai sapi yang dicuri pelaku dilepaskan dan pelaku yang berjumlah dua orang berhasil dilumpuhkan oleh warga dan meninggal," kata Rafles.

Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Barang bukti yang berhasil diamankan polisi yaitu tiga ekor sapi, tali sapi yang diputus, satu buah tang untuk memotong kawat diduga milik pelaku, dan satu buah parang milik pelaku.

Baca juga: Sapi Mati Mendadak di Wilayah Endemik Antraks

Sumber KOMPAS.com (Idham Khalid)

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Muhadjir: Muhammadiyah Organisasi Paling Berwarna dan Terbuka...

Menteri Muhadjir: Muhammadiyah Organisasi Paling Berwarna dan Terbuka...

Regional
Wabup Tanjung Jabung Timur: Ada Perusahaan Tak Mau Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Wabup Tanjung Jabung Timur: Ada Perusahaan Tak Mau Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Regional
Tolak Opsi Damai, Ni Luh Djelantik Janji Penuhi Panggilan Polda Bali

Tolak Opsi Damai, Ni Luh Djelantik Janji Penuhi Panggilan Polda Bali

Regional
Bayi Bermata Satu Meninggal Setelah 2 Jam Jalani Perawatan

Bayi Bermata Satu Meninggal Setelah 2 Jam Jalani Perawatan

Regional
Kisah Pemuda Asal Sragen Berbobot 140 Kg, Mesin Timbangan Rusak hingga Sehari Makan 8 Kali

Kisah Pemuda Asal Sragen Berbobot 140 Kg, Mesin Timbangan Rusak hingga Sehari Makan 8 Kali

Regional
Detik-detik Bandar Narkoba Tertembak di Kepala saat Dikejar Petugas

Detik-detik Bandar Narkoba Tertembak di Kepala saat Dikejar Petugas

Regional
Adian Napitupulu: Saya Dukung Jokowi Bukan untuk Kejar Jabatan

Adian Napitupulu: Saya Dukung Jokowi Bukan untuk Kejar Jabatan

Regional
Perekrut TKW Lily yang Meninggal di Malaysia Tiba-tiba Menghilang

Perekrut TKW Lily yang Meninggal di Malaysia Tiba-tiba Menghilang

Regional
Kabut Asap Pekat di Jambi: Jam 12 Siang Gelap, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin

Kabut Asap Pekat di Jambi: Jam 12 Siang Gelap, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin

Regional
Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Regional
Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

Regional
Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Regional
Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

Viral di Media Sosial, TKI Asal Sumedang Meninggal di Arab Saudi

Regional
Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

Petugas Gunakan Sepatu dan Kayu Padamkan Kebakaran Lahan di Toraja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X