9 Hari Dicari, Buaya yang Diduga Terkam Warga Aceh Jaya Akhirnya Ditangkap

Kompas.com - 01/07/2019, 12:25 WIB
Warga Gampong Baro, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Jaya yang yang mengalami luka parah di bagian tangan kirinya akibat diterkam buaya sedang menjalani perawatan tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar,  Kamis (20/06/2019). Dokumentasi BPBD Aceh JayaWarga Gampong Baro, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Jaya yang yang mengalami luka parah di bagian tangan kirinya akibat diterkam buaya sedang menjalani perawatan tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, Kamis (20/06/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com -  Tim dari Balai Konservasi Sumberdaya Daya Alam (BKSDA) Aceh berhasil menangkap satu ekor buaya di aliran sungai Krueng Rigaih, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.

Buaya tersebut masuk ke perangkap yang dipasang tim pada Minggu (30/6/2019). Sementara saat ini, Senin (1/7/2019) sedang dilakukan upaya penarikan buaya tersebut ke darat. 

Penangkapan itu dilakukan setelah satu orang warga Gampong Baro diterkam buaya saat mencari ikan di sungai, yang mengakibatkan warga sekitar menjadi resah.

Data yang ada menyebutkan, ada dua kasus buaya terkam warga di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir. 

Baca juga: Warga Aceh Jaya Diterkam Buaya saat Cari Ikan di Sungai

Hal itu disampaikan Sapto Aji, Kepala BKSDA Aceh, saat dihubungi Kompas.com, Senin (01/07/2019). 

"Mudah-mudahan yang ditangkap itu benar buaya buas yang menerkam warga beberapa hari lalu.  Di aliran sungai itu diperkirakan ada beberapa ekor buaya, namun menurut warga ada satu ekor yang sangat buas,” kata Sapto.

Setelah berhasil diperangkap, buaya itu selanjutnya akan diamankan sementara ke kantor BKSDA Banda Aceh, setelah itu akan ditawarkan untuk dititipkan ke lembaga konservasi yang ada di Aceh maupun di Sumatera Utara karena biaya pakan dan perawatannya sangat besar.

Butuh 9 hari

Satirin, tim BKSDA yang ikut memasang alat perangkap buaya di aliran sungai Krueng Rigaih, menyebutkan buaya tersebut berhasil masuk ke dalam perangkap setelah sembilan hari mereka memasang perangkap.

Untuk proses penarikan ke darat, dengan menggunakan perahu boat nelayan setempat. "Medannya agak sulit sehingga harus ditarik dengan menggunakan boat nelayan," katanya.

Menurut Satirin, buaya yang masuk perangkap tersebut diperkirakan berukuran sekitar empat hingga lima meter. 

Baca juga: Kisah Nelayan Selamatkan Diri dari Terkaman Buaya, Perciki Air hingga Panjat Pohon

Dia belum dapat memastikan apakah buaya tersebut yang menerkam warga beberapa hari lalu hingga mengalami luka robek di tangan. 

Sebelumnya diberitakan, Seorang warga Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, diterkam buaya di aliran Sungai Krueng Rigaih yang tak jauh dari rumahnya, Rabu (19/06/2019) sekitar Pukul 19.30 WIB.

"Informasi dari masyarakat sebelum kejadian korban pergi ke sungai yang tak jauh dari rumahnya untuk mencari ikan," kata Mahdi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Jaya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (20/6/2019).

Buaya yang menerkam warga tersebut diperkirakan memiliki panjang 6 meter. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Regional
Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Regional
Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Regional
Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Regional
Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X