Terdakwa Korupsi Rp 1,7 Miliar APK Pilgub Sulbar Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 29/06/2019, 11:28 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi alat peraga kampanye Pilkada Sulawesi Barat 2017, Abdul Rahman, dituntut dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (28/6/2019).KOMPAS.com/JUNAEDI Terdakwa kasus dugaan korupsi alat peraga kampanye Pilkada Sulawesi Barat 2017, Abdul Rahman, dituntut dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (28/6/2019).

MAMUJU, KOMPAS.com – Terdakwa kasus dugaan korupsi alat peraga kampanye Pilkada Sulawesi Barat 2017, Abdul Rahman, dituntut dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (28/6/2019).

Mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat itu juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider selama tiga bulan kurangan penjara. Ia juga diharuskan mengembalikan uang negara sebesar Rp 1,7 miliar, satu bulan setelah vonis hakim.

Apabila terdakwa tidak mengganti uang pengganti selama satu bulan setelah putusan hakim majelis yang telah memiliki hukum tetap, maka harta bendanya akan disita JPU untuk dilelang. Apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa akan dihukum dengan kurungan penjara selama sembilan bulan.

Baca juga: Lakukan Politik Uang, 2 Petugas KPPS Pilkada Sulbar Divonis 1 Tahun Bui


Penasihat hukum terdakwa, Abdul Rahman menjelaskan, tuntutan JPU dinilai sangat memberatkan kliennya, di mana dalam uraian tuntutannya banyak terdapat fakta–fakta dalam persidangan yang dikesampingkan.

Pihaknya akan menuangkan dalam nota pembelaan fakta–fakta persidangan mulai dari awal persidangan hingga pasca-pembacaan tuntutan.

"BanyaK fakta-fakta persidangan yang dikesampingkan sehingga ini akan kami tuangkan dalam nota pembelaan," jelas Abdul Rahman, penasihat hukum terdakwa, Jumat.

Baca juga: Kotak Suara Rusak dan Terbongkar Digunakan pada Pilkada Sulbar

Sebelumnya, Abdul Rahman didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pengadaan alat peraga kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar tahun 2017, sehingga membuat kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar.

Dari Rp 2,4 miliar, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 750 juta.

Sidang tuntutan yang berlangsung di ruang sidang Tipikor Pengadilan Negeri Mamuju, diketuai hakim majelis, Andi Adha dan dua hakim anggota. Selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gelak Tawa Saat Ganjar Bermain Ketoprak, Banyak Improvisasi

Gelak Tawa Saat Ganjar Bermain Ketoprak, Banyak Improvisasi

Regional
Kapal Kargo Bermuatan Nikel Hilang Kontak di Perairan Pulau Buru

Kapal Kargo Bermuatan Nikel Hilang Kontak di Perairan Pulau Buru

Regional
Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

Terjerat Perangkap, Beruang Madu Dievakuasi ke Hutan Lindung Pasaman

Regional
3 Kabupaten di Kalimantan Selatan Alami Kekeringan Ekstrem

3 Kabupaten di Kalimantan Selatan Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Geger, Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Belakang Rumah Warga

Geger, Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Belakang Rumah Warga

Regional
Pembantaian di KM Mina Sejati Berawal dari Perkelahian ABK, Ada 36 Orang di Atas Kapal

Pembantaian di KM Mina Sejati Berawal dari Perkelahian ABK, Ada 36 Orang di Atas Kapal

Regional
Siap-siap, Game Online Karakter Gatot Kaca Diluncurkan 2020

Siap-siap, Game Online Karakter Gatot Kaca Diluncurkan 2020

Regional
500 Meter Lahan di Kawasan Bandara Depati Amir Terbakar

500 Meter Lahan di Kawasan Bandara Depati Amir Terbakar

Regional
Diterjang Gelombang, Kapal Cargo Berbobot 1200 GT Tersangkut di Karang

Diterjang Gelombang, Kapal Cargo Berbobot 1200 GT Tersangkut di Karang

Regional
Tewaskan 3 Penumpang, Hasil Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik

Tewaskan 3 Penumpang, Hasil Penyelidikan Kebakaran KM Santika Nusantara Diminta Dibuka ke Publik

Regional
Ini Alasan Kapolsek Sukajadi Berikan Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung

Ini Alasan Kapolsek Sukajadi Berikan Miras ke Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Merupakan Penjual Kantong Kresek

Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Merupakan Penjual Kantong Kresek

Regional
Kios Milik Keluarga Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Digeledah

Kios Milik Keluarga Perampok Toko Emas yang Bawa Bom Digeledah

Regional
Fakta di Balik Mobil Diceburkan Pemilik ke Laut, Tak Mampu Bayar Cicilan hingga Dievakusi Nelayan

Fakta di Balik Mobil Diceburkan Pemilik ke Laut, Tak Mampu Bayar Cicilan hingga Dievakusi Nelayan

Regional
Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X