Sapi Mati Mendadak di Wilayah Endemik Antraks

Kompas.com - 27/06/2019, 14:06 WIB
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sapi.

Baca juga: Kasus Antraks di Gunungkidul, Pasar Hewan Diusulkan Ditutup Sementara

Zona kuning di Padukuhan Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo, Desa Bejiharjo; Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah; Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam; dan Selang II, Desa Selang.

Total ternak sapi ada 839, ternak kambing 1.852, dan 30 domba. Vaksin untuk pencegahan antraks akan diberikan secara berkala selama sepuluh tahun. Setiap tahun, hewan ternak ini akan diberikan vaksin sebanyak dua kali.

Baca juga: Terpapar Antraks, Ternak di Gunungkidul Diisolasi

Kasi Kesehatan Veteriner DPP Gunung Kidul Retno Widiastuti mengatakan, penyuntikan vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit antraks. Diakuinya, vaksin bisa memberikan efek samping terhadap ternak.

"Vaksin antraks dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan hewan ternak. Apabila hewan yang divaksin dalam kondisi tidak sehat bisa sakit hingga mati. Jadi, sebelum vaksin dilakukan, kami memberikan sosialisasi terkait dengan pemberian antibodi," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X