Kasus Antraks di Gunungkidul, Pasar Hewan Diusulkan Ditutup Sementara

Kompas.com - 27/05/2019, 15:24 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (ditemui disela resepsi HUT Kabupaten Gunungkidul ke 188 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (27/5/2019), dan  Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti. KOMPAS.com/MARKUS YUWONOKepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (ditemui disela resepsi HUT Kabupaten Gunungkidul ke 188 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (27/5/2019), dan Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tengah mengkaji rekomendiasi untuk menutup sementara peternakan hewan yang dekat dengan lokasi ditemukannya penyakit antraks di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan pembuatan draf peraturan bupati termasuk di dalamnya saran dari Kementerian Pertanian untuk menutup sementara pasar hewan terdekat.

Untuk pasar hewan terdekat yakni Siono Harjo, Playen. 

"Dari pusat ada saran untuk penutupan sementara, tinggal sini bagaimana," ujarnya, saat ditemui di sela resepsi HUT Kabupaten Gunungkidul ke 188 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (27/5/2019).


Baca juga: Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Selain penutupan, draft tersebut berisi seluruh saran apa saja yang harus dilakukan, seperti keluar masuk ternak, jual beli, dan sebagainya.

Pihaknya menyerahkan seluruh keputusan ke bupati. Untuk pasar kewenangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul. 

Saat ini, pemerintah terus melakukan pencegahan agar antraks tidak menyebar ke daerah lain. 

Sejumlah petugas telah memeriksa sampel tanah dari beberapa kecamatan, seperti di Semanu dan Nglipar, dan hasilnya negatif.

Baca juga: 5 Fakta Ancaman Antraks di Gunungkidul, Ternak Diisolasi hingga Disuntik Antibiotik

Pihaknya juga memberikan antibiotik terhadap 262 ekor sapi (sebelumnya ditulis 671), 676 kambing, dan 9 domba.

"Alhamdullilah hasil sampel yang Semanu negatif, dan Nglipar negatif, sampel tanah yang diambil," katanya.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X