Kecewa Kantinnya Ditutup, Seorang Ibu Rumah Tangga Lapor ke Polisi

Kompas.com - 27/06/2019, 10:03 WIB
Angelica, saat melapor ke Polda NTT, Rabu (26/6/2019). KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREAngelica, saat melapor ke Polda NTT, Rabu (26/6/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Angelica (45), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Markas Polda NTT, Rabu (26/6/2019).

Angelica melaporkan anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IX/1, TNI Angkatan Darat (AD) Kupang, ke Polda NTT karena dianggap melanggar kesepakatan kerjasama pembangunan kantin di dalam kompleks POM.

Kepada sejumlah wartawan di Polda, Rabu (26/6/2019), Angelica mengaku, kejadian itu bermula ketika dirinya bertemu dan mengenal Letkol CPM S pada bulan Desember 2014.

Baca juga: Lika-liku Perjalanan Anak Penjahit Diterima di UGM dan Sosok Ibu yang Memotivasi

Saat itu S menjabat sebagai Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IX/1, TNI Angkatan Darat (AD) Kupang.

"Pada saat itu saya sedang berbincang dengan Dandenkes Kupang ingin membangun rumah makan di samping RST Kupang. Karena tidak ada tempat kemudian letkol CPM S menawarkan tempat di area Kantor Denpom. Saya menyetujui dengan meninjau lokasi yang rencananya akan dibangun kantin tersebut," ungkap Angelica.

Setelah meninjau lokasi, dia pun bersama pihak DENPOM Kupang melaksanakan rapat persiapan guna membahas rencana pembangunan kantin tersebut.

Rapat pemantapan dan persiapan itu pembangunan kantin tersebut dilakukan lima kali di tahun 2015 bertempat di Kantor DENPOM Kupang.

Sekitar bulan September 2015, dia pun memulai membangun kantin dengan anggaran sebesar Rp 90 juta selama lima bulan.

Baca juga: Sering Bertengkar, Anak Bakar Ibu Tirinya di Asahan

Setelah pembangunan kantin selesai, pada 9 Februari 2016, dirinya dengan pihak Denpom Kupang membuat perjanjian MoU dengan materai.

"Kesepakatan antara saya dengan pihak Denpom Kupang saat itu adalah saya diberikan izin menduduki bangunan gedung selama lima tahun untuk berjualan rumah makan atau kantin. Setelah kurun waktu lima tahun, bangunan gedung tersebut merupakan milik satuan Denpom Kupang dengan menempati bangunan dari tanggal 9 Febuari 2016 sampai tanggal 9 Febuari 2021,"ujarnya.

Selain kesepakatan tersebut, ada juga kesepakatan lain yaitu dirinya wajib memberikan kontribusi sebesar Rp 1 juta per bulan kepada pihak Denpom Kupang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X