Puluhan Gubuk Dibakar, Warga Dua Desa di Bima Bentrok dan 4 Orang Terluka

Kompas.com - 26/06/2019, 21:45 WIB
Kondisi warga yang terluka setelah terlibat bentrokan antar kelompok dua desa di Bima pada Rabu (26/6/2019) KOMPAS.com/Dok.POLRES BIMAKondisi warga yang terluka setelah terlibat bentrokan antar kelompok dua desa di Bima pada Rabu (26/6/2019)

BIMA, KOMPAS.com - Warga Dua Desa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terlibat bentrokan, Rabu (26/6/2019). Akibatnya, 4 orang dilaporkan terluka.

Korban luka masing-masing bernama Baharuddin (25), Husni (29), A Rais (46), dan Salahudin (36). Kelima warga ini menderita luka akibat lemparan batu saat bentrokan terjadi di halaman kantor Camat Monta sekitar pukul 10.30 Wita

"Lima korban ini adalah warga Desa Tolotangga, Kecamatan Monta dan warga Desa Paradowane, Kecamatan Parado," kata Kepala Subbagian Humas Polres Bima, Iptu Hanafi kepada wartawan, Rabu sore.

Ia mengungkapkan, bentrokan antar-dua desa itu dipicu aksi pembakaran puluhan gubuk milik warga Desa Paradowane yang berlokasi di perbatasan dua desa tersebut.

Baca juga: Fakta Bentrok Warga dan Pengemudi Ojek Online, Gara-gara Lampu Merah hingga Rusak Pos Satpam

Aksi pembakaran itu diduga dilakukan oleh sekelompok warga Desa Tolotangga yang tak terima adanya pembabatan hutan lindung di sekitar sumber mata air dan dialihfungsikan untuk ladang jagung warga Desa Paradowane.

"Peristwa pembakaran gubuk itu terjadi pada Minggu (23/6/2019) lalu. Untungnya, warga Paradowane saat itu sedang tidak ada di lokasi, sehingga tidak menimbulkan reaksi balik," kata Hanafi

Namun puncaknya pada Rabu pagi, setelah mengetahui sejumlah gubuk dibakar, sekelompok warga Paradowane secara ramai-ramai mendatangi Desa Tolotangga untuk mencari pelaku pembakaran.

Mereka berjumlah lebih kurang 100 orang menggunakan dua unit mobil truk dan 4 pikap. Sekelompok warga itu diduga membekali diri dengan senjata tajam.

Kedatangan warga ini langsung bersitegang dengan salah seorang warga Desa Tolotangga lantaran ditegur. Karena tidak terima, mereka pun turun dari mobil dan langsung mengeroyok salah seorang warga Desa Tolotangga bernama Habibi yang berada di halaman kantor Camat Monta

Dengan dalil membela diri, Habibi pun langsung menyerang mereka dengan batu. Melihat ada yang terluka, warga Paradowane pun berkumpul kembali dan hendak menyerang balik Habibi.

Mendengar kejadian itu, sejumlah warga Desa Tolotangga ramai berdatangan ke lokasi kejadian. Akhirnya terjadi bentrok dan saling lempar batu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Regional
Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Regional
Senin Malam, Prabowo Bertemu Cak Imin, Ini yang Akan Dibahas

Senin Malam, Prabowo Bertemu Cak Imin, Ini yang Akan Dibahas

Regional
Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Tabrak Truk di Tol Trans Sumatra, Mahasiswa Kedokteran Unila Tewas

Regional
BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

BMKG Sebut Angin Jadi Penyebab Kabut Asap Ekstrem di Palembang

Regional
Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Kurikulum Pengelolaan Sampah Siap Diterapkan di Semua PAUD Karawang

Regional
2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

2 Teroris Ditangkap di Bali, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bandara hingga Pusat Pariwisata

Regional
Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Regional
Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Video Saat Karaoke di Ruang Kerja Viral, Ini Tanggapan Bupati Malang

Regional
Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Ucapan Syukur Mbah Mitun Melihat Gubuknya yang Reyot Diperbaiki

Regional
Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Regional
90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

90 Persen Kasus Bunuh Diri akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

Regional
Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Fakta Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500.000

Regional
Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Regional
Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X