Bima Darurat Rabies, 174 Warga Jadi Korban Gigitan Anjing Gila

Kompas.com - 25/06/2019, 19:22 WIB
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir H Abdollah KOMPAS.com/SYARIFUDINKepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir H Abdollah

BIMA, KOMPAS.com - Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk ke kategori kejadian luar biasa (KLB) serangan anjing yang tertular virus rabies.

Hal itu disampaikan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir H Abdollah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2019).

Menurut dia, penetapan KLB ini karena banyaknya warga di daerah itu menjadi korban gigitan anjing gila. Namun sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya korban jiwa.

"Di Bima sudah ada 174 korban gigitan anjing gila, sehingga kami menetapkan status KLB rabies dan ini butuh penanganan khusus," kata Abdollah.

Ia mencatat, sebanyak 174 kasus ini diketahui digigit anjing sejak Januari hingga Juni 2019. Dari jumlah itu, ada 14 kasus setelah diperiksa sampel di laboratorium dinyatakan positif digigit anjing tertular virus rabies.

Baca juga: Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Sejumlah warga yang menjadi korban serangan anjing gila ini adalah mayoritas anak-anak. Para korban sudah mendapatkan perawatan medis dengan pemberian vaksin antirabies di puskesmas terdekat.

"Sedangkan korban jiwa, alhamdulillah tidak ada. Tapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak bertambah jumlah korban gigitan anjing," tuturnya.

Menurut dia, berdasarkan data, kasus serangan anjing gila terjadi di lima kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu. Kelima daerah itu meliputi Kecamatan Tambora, Sanggar, Madapangga, Donggo dan Soromandi.

"Di wilayah ini memang memiliki potensi rabies. Itu yang kita prioritaskan karena di lima kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Dompu yang sudah berstatus KLB rabies," sebutnya.

Jika dilihat dari populasi anjing di Kabupaten Bima, kata Abdollah, cukup banyak. Namun ia tidak mengatahui secara rinci berapa persen anjing yang berpemilik dan tak berpemilik.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Regional
Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Regional
2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

Regional
Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Regional
3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

Regional
Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Regional
Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Regional
Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Regional
Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Regional
Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Regional
Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Regional
Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Regional
Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Regional
Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Regional
Deadline Jokowi untuk Jatim, Pakar Epidemologi Sebut Penyebaran Corona Sempat Turun 4 Hari

Deadline Jokowi untuk Jatim, Pakar Epidemologi Sebut Penyebaran Corona Sempat Turun 4 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X