4 Fakta Seorang Anak Tewas Dibanting Ayahnya, Masih Berusia 2 tahun hingga karena Utang Rp 1,8 Juta

Kompas.com - 25/06/2019, 13:42 WIB
Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah saat di Mapolres Grobogan, Selasa (25/6/2019) KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOAripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah saat di Mapolres Grobogan, Selasa (25/6/2019)

KOMPAS.com - Gara-gara istrinya berutang Rp 1,8 juta, Aripin (28) nekat membanting anaknya yang masih berusia dua tahun.

Warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini memang dikenal temperamental.

Di hadapan polisi, Aripin mengaku menyesal telah menghabisi nyawa anak kandungnya itu.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Marah usai mengetahui istrinya berutang Rp 1,8 juta

Ilustrasi Utang Dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi Utang

Aripin menjadi gelap mata usai mengetahui istrinya memiliki utang Rp 1,8 juta kepada salah satu tetangganya, Lasmanah (48).

Sebagai pelampiasan kemarahannya, Aripin membanting anaknya berusia dua tahun yang saat itu berada di dekatnya.

Saat itu, Aripin membanting ZT di lantai rumah tetangganya hingga membuat batita itu tak sadarkan diri.

Warga di lokasi segera membawa ZT ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun, nasib berkata laib, ZT meninggal dunia dengan luka parah di bagian kepala.

"Pelaku emosi setelah tahu istrinya punya utang. Emosinya tak terkendali hingga kemudian membanting bayinya. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan. Pelaku kami jerat Undang-undang perlindungan anak," terang Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriyadi Siswanto.

Baca juga: Ini Motif Ayah Kandung Banting Batita ke Lantai Rumah Tetangga hingga Tewas

2. Kronologi Aripin membunuh bayinya sendiri

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

Saat itu pelaku beserta istrinya, Nofiyanti (26), hendak menyelesaikan permasalahan utang dengan tetangganya, Lasmanah, setelah mendapat bantuan dana dari Doto, mertua pelaku.

Pelaku bersama istri, anak, dan mertuanya, mendatangi Lasmanah yang sedang berada di acara arisan tetangganya.

Saat sedang berbicara serius di dalam rumah, pelaku tiba-tiba mengamuk di hadapan ibu-ibu tersebut.

"'Utang segitu banyaknya saya tidak dan tidak menyuruhnya. Saya bunuh kalian semua dan saya banting anak saya'. Begitu kata pelaku," ujar Agus Supriyadi.

Pelaku kemudian menarik anaknya, ZT yang sedang bermain di dekatnya. Sambil berteriak, pelaku lantas membanting ZT ke lantai rumah tetangganya.

Baca juga: Viral, Video Pria Banting dan Hancurkan TV karena Kesal Prabowo Kalah di "Quick Count"

3. Pelaku ditangkap polisi 

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Warga panik saat Aripin membanting anak kandungnya. Saat itu ZT langsung tidak sadarkan diri.

Warga kemudian membawa korban ke puskesmas setempat hingga dirujuk ke RS PKU Muhamadiyah. Namun, nyawa korban tak tertolong karena luka serius pada bagian kepala.

Korban meninggal dunia pada Minggu (23/6/2019) pagi dan langsung dimakamkan di kampung kelahiran ibundanya di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan. Setelah itu, polisi datang dan segera mengamankan Aripin.

"Pelaku langsung kami amankan. Saat ini masih didalami kasusnya. Ini adalah kasus kekerasan bapak terhadap anak kandungnya hingga meninggal dunia. Melanggar Pasal 80 ayat 1,3,4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak," pungkas Agus.

Baca juga: Ayah Kandung Banting Batita ke Lantai Rumah Tetangga Hingga Tewas

4. Polisi: Pelaku tidak gila dan mengaku menyesal

Suasana rumah duka? di di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jateng, Minggu (23/6/2019).Dokumen Polres Grobogan Suasana rumah duka? di di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jateng, Minggu (23/6/2019).

Agus mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku tidak ditemukan indikasi gangguan kejiwaan.

"Pelaku emosi setelah tahu istrinya punya utang. Emosinya tak terkendali hingga kemudian membanting bayinya. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan. Pelaku kami jerat Undang-undang perlindungan anak," terang Agus.

Sementara itu, Aripin mengaku spontan membanting anaknya karena terbakar emosi saat mendengar istrinya memiliki utang Rp 1,8 juta. Baginya utang tersebut sangat banyak.

"Pikiran saya gelap begitu mengetahu istri saya punya utang sebanyak itu. Saya tak pernah meminta dia berutang. Seketika saya banting anak saya, setelah itu saya berharap kabar baik, tapi justru kematian yang saya dengar. Saya sangat terpukul dan menyesal," tutur Aripin di Mapolres Grobogan, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Ayah Kandung Banting Anaknya hingga Tewas karena Emosi Istri Punya Utang

Sumber: KOMPAS.com (Puthut Dwi Putranto Nugroho)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X