Selasa Malam, Massa PA 212 Ciamis Berangkat Halal Bihalal ke MK

Kompas.com - 25/06/2019, 13:38 WIB
Foto Ustaz Deden Badrul Kamal DOK Foto Ustaz Deden Badrul Kamal

CIAMIS, KOMPAS.com - Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berangkat ke Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Tujuan kedatangan ke ibu kota untuk halal bihalal PA 212 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (26/6/2019).

"Berangkat Selasa malam (25/6/2019)," kata Ketua GNPF Ulama Kabupaten Ciamis, Ustaz Deden Badrul Kamal saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Selasa siang.

Baca juga: Polisi Larang Kegiatan Halal Bihalal Akbar 212 di Depan Gedung MK

Dia mengatakan, massa akan berkumpul lalu berangkat dari salah satu pondok pesantren di daerah Cikole, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis.

Jumlah massa, kata dia, setiap kecamatan mengirimkan satu minibus.

"Jika satu mobil berisi delapan orang, di Ciamis ada 27 kecamatan, sudah 300 orang," jelas Deden.

Menurut dia, massa tidak akan berangkat secara sembunyi-sembunyi. Mereka akan berangkat dengan tertib.

Disinggung ihwal imbauan BPN untuk tidak mengadakan aksi di MK, dia mengatakan, acara nanti hanya halal bihalal, bukan aksi massa.

" Halal bihalal saja. Kalau urusan pemilu diserahkan ke BPN," sebutnya.

Baca juga: Pengamanan Putusan MK, Kapolri Tegaskan Polisi Tak Boleh Bawa Peluru Tajam

Ditanya soal harapan terhadap keputusan MK, Deden mengatakan, tidak mempermasalahkan siapa pun presidennya. Dia hanya meminta MK bertindak senetral-netralnya.

"Kita bukan masalah Jokowi, Prabowo, siapapun presidennya kita akui. Tapi kalau hasil kecurangan, berat kita akui," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Regional
Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X